JAKARTA, Bisnistoday – Sejumlah saham sektor energi menjadi motor penggerak Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore menguat tajam.IHSG ditutup menguat 43,28 poin atau 0,62 persen ke posisi 7.050,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,77 poin atau 0,37 persen ke posisi 1.017,89.
“Untuk hari ini, penguatan IHSG seiring dengan penguatan bursa AS yang juga bergerak menguat. Hal ini dikarenakan kenaikan suku bunga The Fed yang in linedengan konsensus,” kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana di Jakarta, Kamis.
Namun demikian, lanjut Herditya, para pelaku pasar juga masih mencermati imbas kenaikan suku bunga The Fed terhadap inflasi ke depannya dan juga masih mencermati akan adanya perlambatan ekonomi global.”Imbas dari kenaikan suku bunga ini diperkirakan juga akan bereaksi ke yieldobligasi AS nantinya,” ujar Herditya.
Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus bergerak di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya BBCA, ARTO, ASII, BMRI, BRMS. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya GOTO, TLKM, BBRI, MEGA, TPIA.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 2,25 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen non-primer masing-masing naik 1,24 persen dan 1,18 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar minus 1,25 persen. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp397,52 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp392,14 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.391.855 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,77 miliar lembar saham senilai Rp17,69 triliun. Sebanyak 326 saham naik, 206 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya./Ant







































