AFRIKA SELATAN, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan Zuko Godlimpi di sela kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20 pada Jumat (10/10). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat hubungan dagang dan ekonomi antara kedua negara.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis Selatan-Selatan. Kami sepakat menindaklanjuti kerja sama baru di bidang perdagangan dan pengembangan UMKM,” ujar Mendag Budi Santoso usai pertemuan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia–Afrika Selatan yang terakhir kali digelar pada 2017 di Pretoria. Indonesia mengusulkan pelaksanaan JTC ke-4 di tanah air guna memperdalam pembahasan mengenai kerja sama perdagangan, investasi, dan industri.
“Forum JTC merupakan wadah penting untuk membahas peluang dan tantangan perdagangan bilateral. Kami berharap JTC ke-4 dapat segera digelar agar kerja sama ekonomi kedua negara semakin konkret,” tambah Budi.
Selain itu, Indonesia mendorong penjajakan perjanjian perdagangan bertahap guna memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok antara Asia dan Afrika. Afrika Selatan menyambut baik usulan tersebut dan berkomitmen untuk segera menyiapkan kerangka kerja sama dalam waktu dekat.
Menurut Budi, Afrika Selatan merupakan mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Afrika. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor lebih besar bagi produk Indonesia seperti minyak kelapa sawit, karet, kendaraan bermotor, serta produk industri lainnya.
“Kami menyambut baik komitmen Afrika Selatan untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan Indonesia. Sinergi ini akan membuka peluang besar bagi pelaku usaha kedua negara,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia–Afrika Selatan mencapai USD 1,42 miliar sepanjang Januari–Agustus 2025. Ekspor Indonesia tercatat USD 690,60 juta, sementara impor mencapai USD 732,10 juta. Pada 2024, total perdagangan kedua negara bahkan tumbuh 7,2 persen menjadi USD 2,41 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya, buldoser, mobil penumpang, kopra, serta karet alam, sedangkan impor utama dari Afrika Selatan mencakup paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, dan gula tebu murni.
Pertemuan ini menandai langkah nyata penguatan kemitraan ekonomi lintas benua, sekaligus membuka babak baru hubungan perdagangan antara dua negara berkembang yang berperan penting di kawasan masing-masing.//


