www.bisnistoday.co.id
Kamis , 10 September 2026
Home HEADLINE NEWS Industri Manufaktur ‘Memble’, Ekonomi Sulit Bergerak
HEADLINE NEWS

Industri Manufaktur ‘Memble’, Ekonomi Sulit Bergerak

Pabrik Tekstil
PABRIK Tekstil yang berada di Jabotabek./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ekonom INDEF menilai kondisi manufaktur dalam dekade terakhir tidak kunjung membaik alias sulit bergerak naik. Bahkan, muncul gejala dini deindustrialisasi sudah nyata terjadi, sektor industri manufaktur yang memble dalam beberapa tahun terakhir.

“Indonesia pernah mencapai beberapa poin penting industrialisasi saat orde baru. Pertumbuhan kala itu mencapai 8 -9%. Rata-rata pertumbuhan 8% pernah dicapai pada 1989 hingga 1996 di mana pertumbuhan dapat mencapai 8 -9 % dalam satu tahunnya,” terang Eisha M. Rachbini, Direktur Program INDEF dalam diskusi Panel “Prospek Kebijakan Ekonomi Prabowo (mustahil tumbuh 8% Tanpa Industrialisasi)” pada Minggu, (22/9).

Apabila diilhat era 1989-1996 sebagai pelajaran, lanjut Eisha, terlihat pertumbuhan industri manufaktur terus meningkat. Pada 1989 dari 19% terus meningkat menjadi 25%, industri manufaktur menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi saat itu.

“Sayangnya, pada dekade terakhir, kontribusi sektor industri terus menurun. Bahkan pada 2023 tumbuh hanya 18%. Hal itu salah satu titik cukup rendah dibandingkan prestasi di tahun 80-an. Seolah-olah kembali terjadi de-industrialisasi dini,” cetusnya.

Memang, lanjut Eisha, ada saat dimana industri akan tumbuh tinggi maksimal, secara perlahan akan menurun pertumbuhannya, dan digantikan oleh sektor jasa. Namun Indonesia tidak seperti negara maju, dimana pertumbuhan industrinya belum mencapai taraf penghasilan per kapita setara dengan negara maju.

“Sehingga itu adalah gejala deindustrialisasi dini. Perubahan pada sektor jasa pun masih didominasi oleh sektor informal, yang rapuh. Bukan sektor jasa yang memberi nilai tambah tinggi seperti teknologi tinggi, jasa keuangan, digital services,” paparnya.

Eisha menambahkan, akan baik jika pertumbuhan industri manufaktur tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. Namun yang kini terjadi pertumbuhan industri selalu di bawah pertumbuhan ekonomi. “Maka peran konstribusi sektor industri akan terus tumbuh terhadap GDP (gross domestic product). Masih banyak kendala dan tantangan bagi sektor manufaktur untuk jadi pendorong pertumbuhan ekonomi.”

Tantangan Industri Manufaktur

Ekonom INDEF ini mengutarakan, industri pengolahan nasional selama ini masih bertumpu pada komoditas. Sementara produk manufaktur medium hi-tech masih lebih rendah. Produktivitas industri juga masih cukup rendah, ditambah dengan masalah tenaga kerja dan kapasitas SDM, sehingga menjadi tantangan tersendiri. Begitu pula infrastruktur dan penggunaan komponen dalam negeri untuk produk industri pengolahan, beserta penggunaan material saat ini masih tergantung impor.

Daya saing share prouductity Indonesi juga masih di bawah Thailand. Eskpor manufaktur Indonesia (44%) terhadap seluruh total ekspor masih di bawah Cina, Vietnam dan Malaysia. Penggunaan medium high-tech manufacture technology juga masih cukup rendah (37,32%).

Eisha mengatakan, ekspor Indonesia juga melulu didominasi oleh commodity base yang tingkat kompleksitas produk tersebut masih rendah. Seharusnya dengan economy complexity yang tinggi sebenarnya menunjukkan Indonesia akan mampu memproduksi dengan baik, nilai tambahnya tinggi, berkualitas dengan hi-tech, sehingga bisa memberikan produktivitas dan memiliki inovasi dan keterampilan tinggi.

“Beberapa hal tersebut, menjadi landasan di mana ketika ingin menjadi negara maju kita perlu meningkatkan nilai tambah dan berproduksi via industri manufaktur yang dapat menyediakan nilai tambah dan export complexity yang juga tinggi. Juga export diversifikasi sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” urainya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kopi Tuku
HEADLINE NEWS

Dorong Hilirisasi Industri Kopi dan Perkuat Ekspansi Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki...

Garuda Indonesia
HEADLINE NEWS

Menhub Dudy Buka Kembali Operasional Bandara Soekarno Hatta Mulai Hari ini

TANGERANG, Bisnistoday  - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang...

Penumpang Maskapai
HEADLINE NEWS

Prioritaskan Keselamatan, Penutupan Delapan Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Diperpanjang

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak...

Kawasan udara
HEADLINE NEWS

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang

JAKARTA, Bisnistoday - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara prihatin terhadap kejadian erupsi Gunung...