www.bisnistoday.co.id
Rabu , 17 Desember 2025
Home EKONOMI Inilah Alasan Kurs Rupiah Lebih Menguat pada 2024
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Inilah Alasan Kurs Rupiah Lebih Menguat pada 2024

Gubernur BI Perry Warjiyo rupiah secara rata-rata akan menguat pada tahun 2024 dibanding tahun 2023
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesa (BI) meyakini nilai tukar (kurs) rupiah secara rata-rata akan lebih menguat pada tahun 2024 dibanding tahun 2023. Alasannya, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi, inflasi tetap terkendali, kondisi neraca pembayaran dan defisit transaksi masih rendah, serta imbal hasil dari Surat Berharga Negara (SBN) maupun aset keuangan juga terus menarik.

“Kami meyakini bahwa akhiran modal asing tidak hanya PMA (Penanaman Modal Asing) dari hilirisasi, tapi juga dari investasi portofolio. Oleh karena itu, kenapa dalam penjelasan kami sebelumnya, rupiah itu kami perkirakan menguat,” ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI yang dipantau secara virtual, Jakarta, Kamis (08/6)

Pada tahun ini, nilai tukar rupiah berkisar Rp14.800 per dolar AS sampai Rp15.200 per dolar AS dan tahun depan menjadi Rp14.600 per dolar AS sampai Rp15.100 per dolar AS. “Namun, kami juga meyakini dalam perumusan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), tentu saja ada suatu kecenderungan (bahwa) angka-angka titik tengahnya itu lebih tinggi dari yang angka titik tengahnya Bank Indonesia,” ujar Perry.

Untuk titik tengah dari BI adalah Rp14.800 per dolar AS dari kisaran Rp14.600-Rp15.100 per dolar AS. Namun, Kementerian Keuangan memandang keperluan untuk menetapkan titik tengah yang lebih tinggi, sebesar Rp14.900 per dolar AS dari kisaran Rp14.700-Rp15.200 per dolar AS.

“Masih sejalan dengan pandangan kami bahwa rupiah akan menguat dan memberikan ruangan bagi pemerintah kalau memang memilih titik tengah yang di atas dari Bank Indonesia. Titik tengahnya Bank Indonesia Rp14.800 (per dolar AS), pemerintah kalau memerlukan Rp14.900 (per dolar AS) itu masih dalam konsistensi,” katanya.

Rupiah Melemah

Pada perdagangan hari ini, rupiah mengalami pelemahan 0,12 persen atau 17 poin menjadi Rp14.895 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.877 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan bahwa pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore ini dikarenakan faktor eksternal, yakni data-data ekonomi China yang masih lemah.

“Salah satu data ekonomi China yang masih lemah ​​di antaranya data surplus perdagangan China yang melanjutkan tren penurunan dan wait & see meeting the Fed minggu depan,” ujar dia.

Selain itu, data surplus perdagangan China periode Mei 2023 lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya menjadi faktor pelemahan rupiah.

Terkait prediksi setelah meeting The Fed, risiko ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga untuk sementara akan turun sehingga selera risiko investor terhadap aset-aset emerging markets akan meningkat. “Data-data ekonomi domestik juga masih menopang penguatan rupiah ke depan,” kata Rully.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan rupiah berpeluang lanjut melemah terhadap dolar AS hari ini seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menyiratkan persepsi pelaku pasar bahwa kondisi ​​​​suku bunga tinggi masih akan dipertahankan di AS.

“Kenaikan imbal hasil obligasi AS dipicu kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Kanada yang di luar ekspektasi semalam, naik 25 bp menjadi 4,75 persen,” ucap Aris./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop dan Menag Kerja Sama Tingkatkan Ekonomi Umat Lewat Koperasi Ponpes dan Masjid

TANGERANG, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Agama Prof Dr...

Bank Danamon
Perbankan & Asuransi

Danamon Ingatkan Waspada Penipuan di Musim Liburan Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Memasuki puncak musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Masuk 10 Besar Badan Publik dengan Predikat Informatif Tahun 2025

Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) masuk dalam 10 besar Badan Publik dengan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Resmikan Command Center Kopdes Merah Putih

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Command Center sebagai...