www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Energi Investasi Raksasa Gas Laut Dalam, Eni Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
Energi

Investasi Raksasa Gas Laut Dalam, Eni Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Eni Energi
MENTERI ESDM, Bahlil Lahadalia, serta Kepala SKK Migas,Djoko Siswanto./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sektor energi nasional kembali mendapat suntikan besar setelah perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi mengambil keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) untuk proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek ini dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif keputusan investasi tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bukti kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi energi Indonesia.

“Keputusan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Kami akan terus mendorong percepatan proyek strategis agar manfaatnya maksimal bagi negara dan masyarakat,” ujar Djoko di Jakarta, Rabu (18/3).

Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari US$15 miliar, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas, termasuk penciptaan ribuan lapangan kerja serta peningkatan aktivitas industri penunjang.

Sementara, keputusan FID mencakup pengembangan dua klaster besar, yakni South Hub (Gendalo–Gandang) dan North Hub (Geng North–Gehem). Menariknya, keputusan ini diambil hanya dalam waktu 18 bulan sejak persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan proyek hulu migas nasional.

Proyek ini akan mengandalkan teknologi produksi laut dalam dengan kedalaman mencapai 2.000 meter, sebuah tantangan teknis tinggi yang mencerminkan kompleksitas sekaligus nilai strategisnya. Infrastruktur eksisting seperti Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan fasilitas Bontang LNG Plant akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi biaya serta mempercepat komersialisasi.

Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan memiliki potensi sumber daya mencapai 10 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 550 juta barel kondensat. Produksi dijadwalkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari.

Baca Juga : Optimalkan Produksi Migas, SKK Migas Dorong Penerapan Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap

Gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui jaringan pipa ke daratan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sekaligus mendukung produksi LNG untuk pasar ekspor. Sementara itu, kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai sebelum didistribusikan menggunakan kapal tanker.

Lebih jauh, proyek ini juga akan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Eni dan Petronas untuk membentuk entitas bisnis baru (NewCo). Perusahaan gabungan tersebut ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2001, Eni telah menjadi salah satu pemain utama di Cekungan Kutai, Selat Makassar, wilayah yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional.

Dengan skala investasi besar, teknologi mutakhir, serta dukungan pemerintah, proyek ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan sektor hulu migas, tetapi juga fondasi penting menuju kemandirian energi Indonesia di tengah dinamika energi global.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

Panel Surya
Energi

Penyediaan Tenaga Surya Solusi Mahalnya Subsidi Energi Gas

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan peralihan subsidi gas menuju...

Gas Elpiji
EnergiHEADLINE NEWS

Pemerintah Diminta Perbaiki Kebijakan Subsidi dan Transisi Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Ruang fiskal yang kian menyempit memaksa Indonesia berhadapan dengan...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...