www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor Khawatir The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kembali Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Khawatir The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kembali Melemah

rupiah melemah
RUPIAH MELEMAH: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarabank di Jakarta pada Kamis (15/12) kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (11/10) kembali melemah sebesar 40 poin ke posisi Rp15.258 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp15.318 per dolar AS. Pelemahan kali ini dipicu pelaku pasar yang cenderung menghindari aset berisiko.

Anlis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, kurs rupiah tertekan oleh sentimen risk off di pasar. Hari ini dolar AS masih menguat walaupun tidak besar.

“Dolar AS menguat karena investor khawatir tentang kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), dan eskalasi dalam perang Ukraina,” tambah Lukman.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak sebab suku bunga The Fed yang semakin tinggi dan kegelisahan pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS pada Kamis (13/10) yang dapat menentukan kenaikan suku bunga yang besar berikutnya oleh bank sentral pada pertemuan November mendatang.

Pasar memperkirakan sekitar 90 persen peluang kenaikan suku bunga The Fed 75 basis poin bulan depan dan mencapai 4,5 persen pada Februari dan tetap di level tersebut pada sebagian besar tahun 2023.

“Sedangkan dari domestik, data penjualan ritel bulan Agustus mengecewakan, yaitu hanya mengalami pertumbuhan 4,9 persen, lebih rendah dibandingkan perkiraan untuk 8 persen dan 6,2 persen pada bulan sebelumnya. Hal ini menambah tekanan pada rupiah,” ujar Lukman.

Pada Agustus 2022 kinerja penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 201,8, atau tumbuh 4,9 persen (yoy).

Secara terpisah, Direktur PTLaba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya nilai dolar AS seiring dengan kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga. Selain itu, eskalasi dalam perang Rusia-Ukraina juga menjadi faktor lainnya.

“Sementara imbal hasil Treasury melonjak karena keruntuhan yang mengerikan di pasar obligasi Inggris memantul di sekitar pasar obligasi global,” ujar Ibrahim dalam risetnya.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.331 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.331 per dolar AS hingga Rp15.374 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp15.362 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.299 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...