www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Maret 2024
Home EKONOMI Energi Jaga Momentum Monetisasi, Indonesia Bisa Jadi Penyedia Energi Dunia
Energi

Jaga Momentum Monetisasi, Indonesia Bisa Jadi Penyedia Energi Dunia

Indonesia Bisa Jadi Penyedia Energi Dunia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia memiliki cadangan gas bumi paling besar di wilayah Asia Tenggara seiring penemuan sumber daya gas bumi di Wilayah Kerja South Andaman serta Geng North yang diharapkan mampu berperan menjadi penyedia energi di dunia. Berdasarkan data Rystad Energy, diperkirakan Indonesia memiliki sumber daya gas lebih dari 100 trillion cubic feet (TCF). Volume ini mewakili hampir separuh dari total sumber daya gas di Asia Tenggara.

Hal tersebut membuat Indonesia memiliki momentum untuk dapat memenuhi kebutuhan energi secara mandiri sekaligus mempunyai posisi yang berpengaruh di panggung dunia melalui pemanfaatan potensi sumber daya gas bumi. Namun, potensi sumberdaya yang besar saja tidak cukup karena tantangan sebenarnya adalah bagaimana monetisasi sumberdaya dapat segera dilakukan .

“Mengoptimalkan cadangan gas Indonesia, khususnya bagi KKKS, memiliki tantangan yang kompleks. Sebagian besar potensi gas belum diproduksikan lantaran berada di wilayah deepwater serta memiliki kandungan CO2 tinggi,” ujar Country Head Indonesia Rystad Energy, Sofyan Hadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24 /1).

Menurut Sofwan, prioritas utama saat ini memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi investor global. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menciptakan kebijakan yang tepat demi mengantisipasi kebutuhan energi di masa depan sekaligus memenuhi kebutuhan saat ini , khususnya dalam rangka menghadirkan energi rendah k arbon.

“Strategi untuk memaksimalkan cadangan ini harus bertahap. Dalam jangka pendek, kita perlu fokus untuk menjalankan kembali proyek-proyek gas yang tertunda karena tantangan pada Mergers and Acquisition (M&A) dan keterbatasan keuangan,” ujar Sofwan.

Harga Gas

Dalam jangka menengah, lanjut Sofwan, pengembangan Blok Masela dan IDD menjadi menjadi sangat penting. Namun, masalah harga gas juga jadi salah sangat penting. Namun, masalah harga gas juga jadi salah satu faktor penentu kesuksesan pengembangan satu faktor penentu kesuksesan pengembangan kedua blok tersebut. “Tantangan berikutnya adalah penyesuaian dengan kebijakan low-carbon dan meningkatkan daya tarik fiskal, serta tidak lupa juga ketersediaan infrastruktur,” katanya.

Sofwan menjelaskan, pengembangan infrastruktur dan hubhub penting mengeksploitasi penemuan pada deepwater. Selain itu, penyesuaian kebijakan penetapan harga gas domestik dan memastikan peningkatan demand gas yang stabil juga sangat penting.

“Sejalan dengan itu, kita harus memberikan prioritas untuk lebih mempromosikan potensi eksplorasi di Indonesia pada perusahaan migas internasional,” katanya.

Pengembangan

Pengembangan proyek gas bumi yang sukses sangat penting untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan memastikan pasokan stabil untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Dalam konteks ketegangan politik global saat ini, produksi gas domestik yang dimiliki Indonesia juga menjadi hal sangat penting. “Indonesia sebaiknya tidak melewatkan peluang untuk menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar transisi dan untuk mengembangkan CCS hub,” jelas jelas Sofwan.

Realisasi Produksi

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi produksi gas sepanjang 2023 sebesar 960 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), di bawah target sebesar 1.100 juta BOEPD. Realisasi tersebut meningkat bila dibandingkan 2022 yang tercatat sebesar 953 juta BOEPD.

Baca juga: Industri Migas RI Butuh Penyederhanaan dan Percepatan Perizinan

Pemerintah mengklaim, porsi pemanfaatan gas untuk domestik tahun 2023 sebesar 68,2%, lebih besar dibandingkan porsi ekspor. Pemanfaatan gas domestik paling besar untuk industri sebesar 1.515,8 BBTUD (40,5%).

Pemerintah memiliki prioritas untuk membangun infrastruktur gas agar tersambung antara Sumatera dan Jawa melalui dua proyek pipa transmisi yaitu Cirebon yaitu Cirebon –– Semarang serta Dumai Sei Mangkei dengan total panjang ruas pipa mencapai sekitar 760 km. Setelah lama tidak digarap akhirnya pemerintah turun tangan mendanai sendiri proyek tersebut. Untuk Cirebon Cirebon –– Semarang (Cisem) tahap 1 sudah rampung, sementara untuk Cisem tahap 2 serta Dumai –– Sei Mangkei akan dikerjakan tahun ini./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PT PLN
Energi

PLN Sambung Listrik 230 Pelanggan di Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday - PT PLN (Persero) melakukan penyambungan listrik serentak kepada 230...

Sumur Banyu Urip
EnergiHEADLINE NEWS

Menteri ESDM Resmikan Tajak Sumur Banyu Urip

BOJONEGORO, Bisnistoday - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, hari...

Transmisi tegangan tinngi
Energi

PLN Sukses Bangun Gardu dan Jaringan Listrik Tegangan Tinggi di Sulteng

PALU, Bisnistoday - PT PLN (Persero) berhasil memberikan tegangan pertama (energize) pada...

Bantuan Kelistrikan
Energi

SKK Migas dan KKKS Bantu Listrik Wilayah Terpencil

ANAMBAS, Bisnistoday - SKK Migas memberikan apresiasi kepada KKKS wilayah Kepulauan Riau...