www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Aset BTN Syariah Bakal Tembus di Atas Rp50 Triliun
Korporasi

Aset BTN Syariah Bakal Tembus di Atas Rp50 Triliun

Aset Unit Usaha Syariah BGN bakal melampaui posisi Rp50 triliun per akhir 2023
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Aset Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diyakini bakal melampaui posisi Rp50 triliun per akhir 2023. Posisi ini ditopang penyaluran pembiayaan yang melesat sepanjang 2023.

Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan per November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun. “Sejalan dengan adanya stimulus pemerintah di sektor perumahan dan minat masyarakat yang tinggi ke pembiayaan syariah, saya optimistis aset BTN Syariah bakal tembus di atas Rp50 triliun pada akhir 2023,” jelas Nixon di Jakarta, Rabu (24/1).

Peningkatan aset BTN Syariah tersebut juga mencatatkan rekam jejak yang cemerlang. Terhitung sejak 2018 hingga 2022, BTN Syariah mencatatkan tingkat pertumbuhan aset per tahun selama lima tahun terakhir (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 9,8%. Angka pasti posisi aset BTN Syariah akan segera disampaikan dalam paparan kinerja full year 2023.

Nixon juga memastikan di samping pembiayaan yang terus melesat, kualitas pembiayaan BTN Syariah tetap terjaga. Dengan kualitas pertumbuhan pembiayaan yang terjaga tersebut, Nixon meyakini BTN Syariah akan mampu menjadi salah satu bank syariah besar yang dapat melayani berbagai kebutuhan nasabah untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan syariah.

“BTN Syariah memiliki infrastruktur pembiayaan syariah yang kuat serta jaringan mitra developer yang luas, sehingga kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian dengan pembiayaan berskema syariah,” tutur Nixon.

Spin-off

Dengan posisi aset tersebut, lanjut Nixon, maka UUS Bank BTN telah memenuhi syarat untuk melakukan spin-off. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12 Tahun 2023 menyebutkan jika total aset UUS lebih dari Rp50 triliun, maka wajib melakukan pemisahan dengan tahapan tertentu. OJK juga mengatur batas waktu penyampaian persetujuan pemisahan yakni paling lama 2 tahun setelah batas penyampaian laporan publikasi triwulanan.

Baca juga: Laba BTN Syariah Meroket di Atas 70%

Sebelumnya, dari laporan keuangan per September 2023, menunjukkan bisnis BTN Syariah masih didominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah atau KPR BTN iB, baik subsidi maupun non-subsidi. Komposisi KPR syariah menempati 92,53% dari total pembiayaan BTN Syariah atau setara Rp33,11 triliun per September 2023.

KPR BTN Bersubsidi iB yang menyasar segmen subsidi mencatatkan pertumbuhan penyaluran hingga 21,67% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22 triliun per September 2023. Sementara itu, KPR BTN iB non-subsidi tumbuh 15,32% yoy menjadi Rp11,11 triliun per September 2023./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PLN Icon
Korporasi

Kepedulian Sosial, PLN Icon Plus Sumbagsel Gelar Program Jumat Berkah

PALEMBANG, Bisnistoday - PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Selatan mengimplementasikan...

Korporasi

Srikandi PLN Icon Plus Luncurkan Komunitas Kelas Koding Inklusif pada Hari Anak Nasional

MALANG, Bisnistoday – Seiring peringatan Hari Anak Nasional 2026, Srikandi PLN Icon...

PLN Icon Manado
Korporasi

Perluas Layanan di Sulawesi Utara, PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado

MANADO, Bisnistoday - PLN Icon Plus meresmikan Kantor Pelayanan Manado sebagai bagian...

PLN Icon
Korporasi

Raih Penghargaan di CCW 2026, PLN Icon Plus Wujudkan Keandalan Contact Center PLN

JAKARTA, Bisnistoday - PLN Icon Plus tingkatkan infrastruktur telekomunikasi dan solusi digital...