www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Kasus Covid-19 Melandai, IHSG Menguat
BURSA & KORPORASI

Kasus Covid-19 Melandai, IHSG Menguat

IHSG ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (12/10) ditutup menguat 26,57 poin ke posisi 6.486,27. Sementara indeks LQ45 naik 5,06 poin ke posisi 946,61.

Tim Riset Ajaib Group dalam ulasannya menyebutkan, melandainya kasus positif Covid-19 di Indonesia yang tercatat hanya bertambah 620 kasus, membaiknya data penjualan ritel, berlanjutnya penguatan komoditas di antaranya minyak, emas dan batubara, serta aksi beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, menjadi sentimen positif.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau hingga sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,41 persen, diikuti sektor properti dan sektor transportasi & logistik masing-masing 1,15 persen dan 0,91 persen.

Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor aneka teknologi dan sektor barang baku masing-masing sebesar minus 3,26 persen dan minus 0,34 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau sebesar Rp428,61 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.498.549 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,1 miliar lembar saham senilai Rp19,05 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 279 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 267,59 poin atau 0,94 persen ke 28.230,6!, indeks Hang Seng turun 362,5 poin atau 1,43 persen ke 24.962,59, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,99 poin atau 0,16 persen ke 3.108,5.

Rupiah Tertekan

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah, seiring ekspektasi pelaku pasar terkait pengurangan stimulus oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.218 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.208 per dolar AS.

“Melonjaknya harga energi dan dampak inflasinya membuat The Fed kemungkinan akan memulai pengurangan aset seperti yang direncanakan pada November 2021 dan menaikkan suku bunga pada 2022, meskipun laporan pekerjaan AS pada Jumat lalu mengecewakan,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan data penggajian nonpertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) naik sebanyak 194.000 pekerjaan pada periode September, jauh di bawah estimasi sebanyak 500.000 pekerjaan.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.215 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.208 per dolar AS hingga Rp14.224 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.210 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.225 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...