JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (4/8) ditutup menguat 28,46 poin atau 0,46 ke posisi 6.159,04. Sementara Indeks LQ45 naik 4,93 poin ke posisi 843,46. Penguatan ini ditopang semakin melandainya jumlah kasus baru Covid-19 di tanah air.
“Penguatan IHSG mungkin karena angka Covid-19 Jakarta sudah mulai menurun plus angka inflasi yang kemarin keluar juga mungkin udah dianggap bottomed (terendah) ya,” kata analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi di Jakarta, Rabu (4/8).
Terkait inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,08 persen pada Juli 2021 karena beberapa harga komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Dengan terjadinya inflasi pada Juli, maka inflasi tahun kalender Januari sampai Juli sebesar 0,81 persen dan tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,52 persen.
Dibuka menguat, IHSG sempat turun ke zona merah namun tak lama kembali menguat hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bertahan di zona hijau hinggq penutupan bursa.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 1,31 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor properti masing-masing 1,3 persen dan 1,37 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor energi dan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu masing-masing minus 0,68 persen, diikuti sektor barang konsumen primer 0,12 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp357,79 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.730.411 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,84 miliar lembar saham senilai Rp14,88 triliun. Sebanyak 246 saham naik, 255 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 57,75 poin atau 0,21 persen ke 27.584,08, indeks Hang Seng naik 231,73 poin atau 0,88 persen ke 26.426,55, dan indeks Straits Times meningkat 37,48 poin atau 1,19 persen ke 3.186,73.
Rupiah Masih Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta masih terus menguat menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021.
Rupiah ditutup menguat 29 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.313 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.342 per dolar AS.
“Indeks dolar masih bergerak melemah. Investor menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis hari Jumat,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Antara, Rabu (4/8).
Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan kenaikan suku bunga masih jauh. Pasar tenaga kerja dinilai akan membutuhkan waktu untuk pulih dari dampak Covid-19 dan lebih banyak yang harus dilakukan agar ekonomi dapat sepenuhnya kembali ke jalurnya.
Dari domestik, pelaku pasar memantau data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/8) besok.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.332 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.305 per dolar AS hingga Rp14.345 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.324 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.362 per dolar AS./


