www.bisnistoday.co.id
Jumat , 8 Mei 2026
Home EKONOMI Kemendag Angkat Rempah Andaliman Lebih Dikenal Dunia
EKONOMI

Kemendag Angkat Rempah Andaliman Lebih Dikenal Dunia

Rempah Andaliman andalan produk dari Sumut didorong masuk pasar global.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan terus mencari berbagai produk unggulan yang dapat menjadi komoditas ekspor nasional agar mampu menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan neraca ekspor. Kemendag melirik andaliman, salah satu jenis rempah asal Sumatera Utara, yang dikembangkan sebagai rempah berkualitas yang berpotensi menjadi komoditas unggulan ekspor nasional. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menegaskan rempah-rempah Indonesia yang bernilai tambah dapat meningkatkan daya saing di pasar ekspor. “Andaliman merupakan salah satu rempah-rempah Indonesia yang memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Untuk itu, diperlukan pengembangan produk agar sesuai dengan permintaan pasar internasional,” ungkap Didi Sumedi dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (4/8).

Baca juga : Kemendag Jajaki Skema Imbal Dagang dengan 35 Negara 

Sementara, Plt. Direktur Pengembangan Produk Ekspor Marolop Nainggolan menyampaikan, andaliman harus memiliki nilai jual dan nilai tambah serta keunikan yang menjadikan identitas merek produk agar dapat bersaing dengan produk rempah-rempah lainnya. 

“Untuk itu, diperlukan pengolahan yang tepat sesuai dengan permintaan pasar internasional. Selain itu, dibutuhkan pengetahuan produk yang mendalam untuk pengembangan komoditas andaliman ini, termasuk aspek program jangka pendek dan jangka panjang, strategi pemasaran yang tepat, persyaratan yang dibutuhkan untuk pasar ekspor, serta sertifikasi produk yang diperlukan untuk menembus pasar ekspor,” ujar Marolop dalam seminar web dengan tema “Pengembangan Produk Andaliman Untuk Ekspor” pada Jumat (30/7).

Andaliman, kata Marolop, tidak boleh hanya dikenal masyarakat batak toba saja, tetapi harus menyasar pasar yang lebih luas. “Melalui webinar ini, masyarakat dan para pelaku usaha lebih mengenal andaliman sebagai salah satu rempah-rempah potensial Indonesia. Webinar ini diharapkan dapat memberikan hasil berupa penjajakan kesepakatan bisnis (bussiness matching) yang menjadi target agenda dalam kegiatan ini,“ ungkapnya. 

Baca juga : Kemendag Kembangkan Produk Unggulan 755 Desa ke Pasar Global 

Webinar diikuti oleh 122 peserta yang berasal dari kementerian lembaga terkait, Dinas yang membidangi perdagangan di Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatra Utara, perwakilan perdagangan di luar negeri, akademisi, diaspora, serta pembudidaya dan pelaku bisnis dan ekspor Andaliman. 

Hadir sebagai narasumber yaitu Ketua Asosiasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Utara sekaligus eksportir kopi dan rempah, Ujiana Sianturi; serta Kepala Strategic Business Unit Sertifikasi & Eco Framework (SBU SERCO) PT Sucofindo Persero, Nurbeta Kurniawan. 

Ujiana Sianturi memaparkan strategi pengembangan produk andaliman dalam jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, memaparkan faktor yang mempengaruhi pengembangan produk, strategi pemasaran tujuan ekspor, serta persyaratan ekspor yang terdiri dari mutu produk, dokumen ekspor, kuantitas produk, harga, serta nilai tambah suatu produk. 

“Untuk mengembalikan kejayaan andaliman dan membuat branding andaliman mendunia maka harus didukung semua pemangku kepentingan terkait, baik itu oleh pemerintah, petani, eksportir, forwarder, dan trader,“ ungkap Ujiana. 

Baca juga : Kemendag Jamin Harga Kedelai Tetap Terjangkau

Sementara itu, Nurbeta Kurniawan memaparkan regulasi dan standar keamanan pangan dalam menembus pasar internasional. Dalam paparannya disampaikan standar yang harus dipenuhi yang terdiri dari Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan Organik, persyaratan keamanan pangan untuk pasar global, kriteria mutu pangan, dan jaminan mutu. Dalam penerapan sistem mutu, hal-hal yang harus dipenuhi mencakup teknis mutu, uji laboratorium, dan inspeksi. 

“Dalam penerapan mutu terdapat tantangan internal dan eksternal yang harus diatasi agar proses berjalan secara maksimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu digalakkan program pendampingan dan kolaborasi dengan UMKM melalui bimbingan teknis kepada untuk membangun kompetisi tersebut,“ jelas Beta./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi dan Habib Rizieq Sepakat Soal Kemandirian Ekonomi Umat

BOGOR, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren...

Pedagang di Arab Saydi (ilustrasi/unsplash/afiframdhansuma)
EKONOMIEnergiGLOBAL

Arab Saudi Mencatat Defisit Anggaran Rp585 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi mencatat defisit anggaran sebesar US$33,5 miliar (sekitar...

Piala Dunia (ilustrasi/unsplash/fauzansaari)
EKONOMIEkonomi & BisnisGLOBALSport & Health

Reservasi Hotel untuk Piala Dunia 2026  di AS Rendah

JAKARTA, Bisnistoday – Pemesanan hotel terkait Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat...