JAKARTA, Bisnistoday – Sejalan dengan perintah Presiden Jokowi untuk memberikan porsi lebih tinggi untuk produk dalam negeri dari APBN 2022 disambut baik para kementerian dan lembaga. Tercatat dalam laporan penyerapan produk Dalam negeri tinggi ditempati oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Penyerapan belanja produk dalam negeri Kemendikbudristek mencapai 72,7 persen dan menjadi yang tertinggi di antara 10 kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar pada Tahun Anggaran 2022.
“Jangan sampai, sekali lagi, dalam posisi ekonomi yang tidak mudah ini, APBN, APBD yang uangnya dikumpulkan dari pajak, dari Bea Cukai, dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dari dividen BUMN, kumpul, kemudian ditransfer ke daerah tapi belinya barang-barang impor,” tegas Presiden Jokowi.
Presiden menekankan pesan tersebut saat pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Panglima Komanda Daerah Militer (Pangdam), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), di Jakarta, Kamis (29/9).
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk menindaklanjut aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan mempercepat realisasi komitmen belanja produk dalam negeri. Secara khusus, Kepala Negara mengapresiasi semakin banyaknya produk-produk UMKM dan koperasi yang masuk ke dalam e-katalog.
“Saya senang, alhamdulillah dari target yang saya berikan satu juta untuk akhir tahun, produk-produk UMKM dan koperasi yang telah masuk ke e-katalog sudah mencapai di atas satu juta yang sebelumnya baru 50 ribu, melompat cepat sekali,” ujar Presiden sembari menekankan untuk membeli produk yang diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
Memilih Produk Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengingatkan agar instansi pusat dan daerah, serta BUMN memilih produk dalam negeri. “Ini untuk 10 kementerian dan lembaga yang anggarannya besar, realisasinya seperti ini. Angkanya ada semuanya,” kata Kepala Negara terkait realisasi capaian Produk Dalam Negeri (PDN) Tahun 2022 yang dipaparkan melalui layar.
“Kami akan terus tingkatkan capaian realisasi belanja produk dalam negeri ini seoptimal mungkin. Kami optimistis bisa mencapai target yang telah ditetapkan pada akhir Tahun Anggaran 2022,” disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim di Jakarta, pada Kamis (29/9).
Mendikbudristek mengungkapkan total transaksi pengadaan di Kemendikbudristek per September 2022, sebesar Rp10,68 triliun, dimana Rp10,47 triliun atau 98,03 persen merupakan belanja produk dalam negeri. “Capaian terkini, sebanyak 98 persen pengadaan di Kemendikbudristek adalah produk dalam negeri,” ungkapnya bangga./









































