www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juli 2024
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat KemenKopUKM Terjunkan Pendamping untuk Perkuat Koperasi Modern
Ekonomi Rakyat

KemenKopUKM Terjunkan Pendamping untuk Perkuat Koperasi Modern

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus berupaya memperkuat koperasi modern melalui program pendampingan dengan target sebanyak 114 koperasi pada 2024. Pendampingan dilakukan oleh tenaga pendamping dari berbagai latar bidang ilmu, yang merupakan hasil seleksi dari 2.796 pelamar dimana beberapa di antaranya memiliki gelar akademis Magister (S2) bahkan Doktor (S3) dan para pakar.

“Tugas tenaga pendamping tidak enteng. Keberhasilan dan kinerja tenaga pendamping akan diukur dari perubahan koperasi setelah pendampingan,” kata Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/07).

Pendampingan akan dilakukan dengan dua model, yakni secara langsung/luring melalui penempatan 80 tenaga pendamping dan 34 lainnya melalui pendampingan digital oleh vendor technology provider.

Zabadi mengatakan, program pendampingan yang diluncurkan di tiga wilayah yakni Makassar, Medan, dan DI Yogyakarta ini sangat penting untuk mengakselerasi pencapaian target sebanyak 500 koperasi modern dan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional sebesar 5,5 persen pada 2024.

Baca juga: Dorong Jadi Koperasi Modern, KemenKopUKM Terjunkan Tenaga Pendamping

Terdapat 15 tema yang dirancang agar koperasi mendapat pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya manajemen bisnis, akuntansi dan manajemen keuangan, pemasaran, dan lain sebagainya.

Sukseskan Beberapa Program

Zabadi menjelaskan, para tenaga pendamping diarahkan untuk menyukseskan beberapa program strategis KemenKopUKM, di antaranya Rumah Produksi Bersama/Factory Sharing seperti RPB sapi di NTT, kulit di Jawa Barat, rotan di Jawa Tengah, dan beberapa RPB lainnya. Selanjutnya adalah program Minyak Makan Merah (M3) yang akan didampingi agar koperasi mampu mengembangkan inovasi produk tersebut.

“Koperasi harus mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dari tenaga pendamping agar mereka dapat menjadi offtaker dan rantai pasok, Lembaga Keuangan Bank (LKB) dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), serta digitalisasi. Harapannya, hal ini akan meningkatkan jumlah anggota, volume usaha, Sisa Hasil Usaha, serta terjadi perbaikan kualitas tata kelola dan layanan keanggotaan,” kata Zabadi.

Menurut Zabadi, kinerja tenaga pendamping akan dinilai dan secara menyeluruh dengan kriteria penilaian; Sangat Baik, Baik, dan Cukup Baik.

Dalam acara peluncuran tersebut, hadir pula Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional, Nasrun Siagian.

Acara ini sekaligus sebagai ajang pembekalan selama lima hari bagi tenaga pendamping sebelum ditempatkan pada koperasi oleh instruktur profesional dari PPA FEB-UI, Universitas IPB, ICCI, UCoach, dan sejumlah praktisi./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Sababay Winery Komitmen Hadirkan Wine Berkualitas Hasil Budidaya Petani Anggur Lokal

JAKARTA, Bisnistoday - Produsen Sababay Winery yang didirikan Mulyati Gozali sejak tahun...

Ekonomi Rakyat

KemenKopUKM Fasilitasi Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Secara Mandiri

RIAU, Bisnistoday - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki meyakini pembangunan...

Ekonomi Rakyat

APPI Siap Bantu Pemerintah Lakukan Pembenahan Perkoperasian di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan (DPP) Asosiasi Profesi Perkoperasian Indonesia...

Ekonomi Rakyat

Koperasi Masa Depan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Hari ini, 12 Juli, Indonesia merayakan 77 Tahun Hari...