NAGEKEO, Bisnistoday– Banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/9) pukul 18.30 WITA, memicu kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun langsung melakukan langkah tanggap darurat di wilayah terdampak.
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Minggu (7/9) hingga Senin sore. Sejumlah desa terdampak parah antara lain Desa Lokalaba, Sawu, Lodaolo, Woewolo, dan Ua. Data sementara mencatat tiga orang meninggal dunia, satu orang luka-luka, dan empat orang masih hilang. Selain itu, empat rumah hanyut, tiga jembatan rusak, serta beberapa ruas jalan desa terputus akibat longsor.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pihaknya langsung mengerahkan sumber daya untuk mempercepat masa tanggap darurat.
“Semua alat berat dan tim sudah kita kerahkan di NTT. Bahkan kepala balai yang seharusnya ikut rapat dengan DPR RI saya minta kembali ke NTT untuk langsung mengawasi timnya supaya proses tanggap darurat lebih cepat,” ujar Menteri Dody.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Kementerian PU berkoordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta BPBD Kabupaten Nagekeo. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi, pembersihan material banjir untuk membuka akses jalan, hingga rencana jangka panjang berupa normalisasi sungai dan mitigasi di daerah rawan bencana.
Selain itu, tim reaksi cepat Kementerian PU juga diturunkan untuk melakukan monitoring, inventarisasi kerusakan, hingga menyiapkan alat berat dan logistik tambahan bila diperlukan.
Hasil pantauan BBWS Nusa Tenggara II pada Rabu (10/9) menunjukkan kondisi banjir mulai surut. Namun, upaya pemulihan infrastruktur dan pencarian korban masih terus dilakukan.
“Kami fokus agar akses jalan dan jembatan segera bisa digunakan warga kembali. Penanganan darurat ini juga akan menjadi dasar untuk rencana rehabilitasi jangka panjang,” tambah Menteri Dody.//



