www.bisnistoday.co.id
Senin , 10 Agustus 2026
Home GLOBAL Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Keniscayaan
GLOBAL

Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Keniscayaan

Gedung The Fed di Wahington DC.
The Federal Reserve di Washington, AS.
Social Media

WASHINGTON, Bisnistoday – Guna meredam inflasi tinggi dalam empat dekade terakhir, Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) mengambil langkah ekstrem dengan menaikan suku bunga acuannya sebesar setengah pon presentase. Kenaikan ini, sebagai tonggak sejarah Bank Sentra AS dalam kenaikan suku bunga paling tajam sejak tahun 2000. 

Sebagai badan pengambil kebijakan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah memuturkan untuk menaikkan suku bunga dana federal dengan target kisaran 0,75 hingga 1 persen. Hal ini sesuai pernyataan The Fed setelah mengadakan pertemuan dua hari dalam penentuan suku bunga. 

Demikian juga, FOMC mengambil kebijakan untuk mulai mengurangi kepemilikannya atas sekuritas pemerintah dan utang agensi serta sekuritas agensi yang didukung hipotek pada 1 Juni, dalam pernyataan itu.

“Meskipun aktivitas ekonomi secara keseluruhan turun tipis pada kuartal pertama, pengeluaran rumah tangga dan investasi tetap bisnis tetap kuat. Kenaikan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran telah menurun secara substansial.” ungkap keterangan The Fed.

“Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga-harga yang lebih luas,” kata The Fed, menambahkan bahwa perang Rusia-Ukraina dan peristiwa terkait menciptakan “tekanan kenaikan tambahan” pada inflasi dan cenderung membebani kegiatan ekonomi.

Selain itu, pengetatan terkait COVID-19 di China kemungkinan akan memperburuk gangguan rantai pasokan, bunyi pernyataan itu.”Komite sangat memperhatikan risiko inflasi,” kata The Fed.

The Fed biasanya menaikkan suku bunga seperempat poin persentase, dan kenaikan suku bunga setengah poin yang baru diumumkan, bersama dengan langkah segera untuk memgirangi neraca 9 triliun dolar AS, akan menandai pergeseran ke mode pengetatan yang lebih agresif.

Khawatiran Inflasi Tinggi

Keputusan The Fed ditujukan untuk memerangi inflasi yang melonjak, karena kekhawatiran yang berkembang bahwa inflasi yang tinggi akan mengakar.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS pada Maret terus meningkat pada laju tahunan tercepat dalam empat dekade, melonjak 8,5 persen dari tahun sebelumnya. Itu mengikuti kenaikan 7,9 persen tahun-ke-tahun di Februari.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran inflasi pilihan Fed, melonjak 6,6 persen pada Maret selama setahun terakhir, jauh di atas target inflasi Fed 2,0 persen, Departemen Perdagangan melaporkan pekan lalu.

“Pasar tenaga kerja sangat ketat, dan inflasi terlalu tinggi,” kata Ketua Fed Jerome Powell Rabu (4/5) sore pada konferensi pers virtual, mencatat bahwa Fed bergerak “cepat” untuk menurunkan kembali inflasi.

“Ada pengertian luas di komite bahwa tambahan 50 basis poin (suku bunga) akan dibahas pada beberapa pertemuan berikutnya,” kata Powell kepada media.

Ketika ditanya tentang risiko resesi, ketua Fed mengatakan bahwa “kita memiliki peluang bagus untuk mendapatkan hasil atau hasil yang lembut,” karena rumah tangga dan bisnis berada dalam kondisi keuangan yang kuat, dan pasar tenaga kerja sangat kuat.

Kebijakan Tenaga Kerja

Memperhatikan bahwa ada ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar tenaga kerja, ketua Fed mengatakan kebijakannya akan memoderasi permintaan, yang akan membantu menurunkan lowongan pekerjaan. Dengan lebih banyak orang kembali ke pasar tenaga kerja, penawaran dan permintaan akan kembali seimbang.

“Itu akan memberi kita kesempatan untuk menurunkan upah, dan menurunkan inflasi, tanpa harus memperlambat ekonomi dan mengalami resesi, dan membuat pengangguran meningkat secara material. Ada jalan untuk itu,” dalam keteranganya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS Mengklaim Perundingan Selat Hormuz Mengalami Kemajuan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara...

Demo Antiperang (dok:Unsplash.comev-Mz6vYiI8CSA)
GLOBAL

Babak Baru Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran...

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...