www.bisnistoday.co.id
Senin , 7 September 2026
Home EKONOMI Ketua Apindo : Pemerintah Merem Aja, Ekonomi Tumbuh Diatas 5%
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Ketua Apindo : Pemerintah Merem Aja, Ekonomi Tumbuh Diatas 5%

PERTUMBUHAN EKONOMI : Ketum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani, di Jakarta, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berada diatas 5%. Apabila sinergi pemerintah dan pengusaha bersinergi dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi bisa jauh lebih tinggi. 

“Merem aja, pemerintah nggak usah ngapa-ngapain aja, pertumbuhan ekonomi diatas 5% kok. Apalagi semua berupaya keras, tinggal bagaimana kita semua, tentu akan jauh lebih tinggi,” ungkap Ketua Apindo, Hariyadi B Sukamdani, saat Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia tema “Mengelola Ketidakpastian Ekonomi di Tahun Politik” yang digagas oleh INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) di Jakarta, Senin (5/12).

Hariyadi menguraikan, pertumbuhan ekonomi untuk akhir 2022 diperkirakan 5,3% sedangkan untuk proyeksi tahun depan masih optimistis 5.0%. Sedangkan prediksi World Bank tahun 2022 sebesar 5,1%, Bloomberg prediksi 5,2% serta OECD memperkirakan hingga akhir tahun ini 5.0%.

“Pertumbuhan untuk Kuartal IV 2022 dan tahun 2023, secara nasional masih terganggu ancaman dari perekonomian global. Hingga akhir tahun 2022, Apindo memperkirakan pertumbuhan berkisar 5,3% hingga 5,45%,” terangnya. 

Sementara, mengacu data Apindo, untuk tahu 2023 diproyeksikan pertumbuhan sekitar 5,15% hingga 5,65% tahunan. Lebarnya rentang proyeksi Apindo ini, didasarkan faktor wait and see terhadap keberhasilkan kebijakan mitigasi pemerintah di Kuartal I-2023. 

Ini penting, untuk meredam berbagai potensi infkasi dan indicator restriktif lainnya yang dapat menghambat pencapaian target pertumbuhan 2023. Kesuksesan pemerintah dalam kebijakan mitigasi untuk meredam dampak kelesuan perekonomian global terhadap ekonomi domestik akan diperlihatkan melalui keberhasilan pencapai indikator geliat dunia usaha pada semester I -2023.

Penerapan Kebijakan ODOL

Haryadi Sukamdani mengkritisi kebijakan pemerintah mengenai lalulintas barang dan jasa. Khususnya armada angkutan darat seperti truk dan angkutan sejenisnya akan diberlakukan pengetatan aturan muatan.

“Kebijakan ODOL (over dimension overload) yang akan diterapkan mulai tahun depan, seharusnya ditinjau ulang. Biarkan dulu ekonomi bergerak,dan aturan ini memang sudah lama direncanakan,” ujarnya. 

Menurut Haryadi, para pengusaha ini tahun depan juga akan bertambah berat dalam angkutan logistik. Angkutan lebih ini, sudah dibahas lama namun dari sisi pengusaha terus berupaya untuk tidak dilanjutkan. “Ya bayangin saja, bisa ongkos angkutan sekali jalan untuk truk, lalu harus menanggung ongkos dua kali lipat karena ada aturan ODOL,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih...

Ekonomi & Bisnis

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan

JAKARTA, Bisnistoday — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka hari ini...

Ekonomi & Bisnis

PERKOSMI : Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, Perlu Dikawal Bersama

JAKARTA, Bisnistoday – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...