www.bisnistoday.co.id
Minggu , 1 November 2026
Home EKONOMI Sektor Riil KKP Genjot Investasi Budidaya Tuna untuk Jaga Keberlanjutan
Sektor Riil

KKP Genjot Investasi Budidaya Tuna untuk Jaga Keberlanjutan

Social Media

SURABAYA, Bisnistoday – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menggelar Indonesia Tuna Investment and Business Forum (ITIBF) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/6/2024). Dalam forum tersebut, KKP harap ada investasi budidaya ikan tuna untuk jaga keberlanjutan.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Budi Sulistiyo mengatakan, pembudidayaan tuna (tuna farming) menjadi suatu keharusan di masa depan. Berdasarkan data produksi FAO, pada tahun 2022 jumlah produksi tuna hasil budidaya (marine culture) sebesar 72 ribu ton yang berasal dari Jepang (28,3%), Malta (21,9%), Spanyol 18,2%), Australia (11,5%), Meksiko (8,7%), dan Turki (5,4%) dengan jenis ikan Pacific bluefin tuna, Atlantic bluefin tuna, dan Southern bluefin tuna.

Dengan potensi sumber daya tuna Indonesia yang cukup besar, investasi usaha perikanan tuna selama 5 tahun (2018-2022) sebesar Rp1,27 triliun dinilai masih sangat kecil, dan saat ini hanya terbatas penangkapan, pengolahan, dan pemasaran, sedangkan investasi untuk budidaya masih belum ada.

“Untuk itu kami mengundang perwakilan Duta Besar dan mitra dagang Negara Sahabat serta Para Investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia, khususnya komoditas tuna,” terang Dirjen PDSPKP KKP Budi Sulistiyo usai membuka ITIBF 2024 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/06).

Budi menjelaskan, sektor perikanan tangkap dituntut untuk mengurangi tekanan terhadap ekosistem laut untuk mencegah overfishing dan menempatkan keberlanjutan ekologi, akibat IUU fishing dan perubahan iklim.

Dikelola Berkelanjutan

Oleh sebab itu, lanjut Budi, penting memastikan perikanan tangkap dikelola secara berkelanjutan. Perbaikan tata kelola perikanan dilakukan melalui kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur yang salah satu tujuannya adalah untuk mengendalikan IUU Fishing.

“Untuk mendukung keberlanjutan, KKP juga telah menerapkan kebijakan penangakapan ikan terukur. Intinya supaya penangkapan tidak melebihi sehingga keberlanjutan muncul. Saya mohon para pelaku usaha kompak untuk mendukung program itu,” ungkapnya.

Baca juga: KKP Pacu Investasi Perikanan Tuna Via ITIBF 2024

Selain sebagai forum business matching, sharing session, tuna investment expo dan sustainable tuna expo, serta demo sustainable tuna sashimi. ITIBF 2024 ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Tahun Tuna 2024 yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada November 2023 sebagai upaya untuk mendorong peningkatan nilai transaksi produk tuna dan memasyarakatkan konsumsi tuna dalam negeri.

IITBF 2024 sedikitnya dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari unit pengolahan ikan (UPI), perwakilan dagang negara mitra, kepala daerah, industri supporting seperti logistik, cold chain system, jaringan ritel, hotel dan restoran hingga lembaga sertifikasi terkait tuna. Dalam forum tersebut juga terjalin penandatangan kerja sama antar pelaku usaha untuk memperluas pasar komoditas ikan tuna./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

SIAL Food & Drink Tetap Jalankan Program Usai Terlepas Sengketa Merek Dagang

JAKARTA,Bisnistoday.co.id – Kepolisian secara resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan pelanggaran hukum...

Pameran Fashion
Sektor Riil

Debut di Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar

RIYADH, Bisnistoday.co.id – Produk fesyen dan tekstil Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi...

Toyota
Sektor Riil

Pemerintah Bahas Insentif Mobil Hybrid Untuk Diusulkan Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...