www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 31 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini
Sektor Riil

Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini

Social Media

JAKARTA – Pemerintah secara resmi mengumumkan penghentian total kebijakan impor Bahan Bakar Minyak jenis Solar yang berlaku mulai bulan ini. Langkah bersejarah dalam sektor energi nasional ini berhasil diwujudkan berkat percepatan implementasi program mandatori biodiesel dengan bauran nabati yang lebih tinggi.

Pencapaian strategis tersebut dipaparkan langsung oleh kepala negara di sela-sela agenda peninjauan sektor pangan dan pertanian di daerah Jawa Timur. Keberhasilan memproduksi bahan bakar berbasis kelapa sawit secara mandiri menempatkan posisi tawar Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Sekarang kita hasilkan Solar dari kelapa sawit, jadi dari mulai Juli ini kita tidak impor Solar lagi dari luar negeri,” kata Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur yang disiarkan secara daring, Jumat (17/7/2026).

Prabowo menegaskan bahwa lompatan besar di sektor hilirisasi komoditas perkebunan ini menjadi fondasi utama dalam memutus ketergantungan pasokan energi dari luar negeri. Komitmen penguatan ketahanan energi tersebut dipastikan akan terus berlanjut ke jenis bahan bakar kendaraan bermotor lainnya.

Otoritas eksekutif kini tengah mematangkan cetak biru untuk mengintegrasikan bauran bahan bakar nabati jenis etanol ke dalam formula bensin reguler. Berdasarkan hasil kajian dan pameran teknologi terkini, kemampuan domestik diklaim sudah siap untuk mengadopsi standar pencampuran awal berbasis tebu.

“Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol, tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20,” jelas Prabowo.

Guna mengejar ketertinggalan dari negara berkembang lain seperti India dan Brasil yang telah lebih dulu mengadopsi bioetanol skala besar, infrastruktur kilang domestik akan segera dirombak. Target pembangunan puluhan unit pabrik pengolahan baru dicanangkan guna menjamin stabilitas pasokan bahan baku secara nasional.

Langkah akselerasi yang baru saja diresmikan di koridor industri Jawa Barat pekan lalu ini diproyeksikan mampu menyelamatkan devisa negara dalam jumlah yang masif. Penguatan tata kelola energi terbarukan diyakini menjadi modal krusial bagi terwujudnya kedaulatan ekonomi dan ketangguhan nasional yang berkelanjutan.E2

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

SIAL Food & Drink Tetap Jalankan Program Usai Terlepas Sengketa Merek Dagang

JAKARTA,Bisnistoday.co.id – Kepolisian secara resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan pelanggaran hukum...

Pameran Fashion
Sektor Riil

Debut di Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar

RIYADH, Bisnistoday.co.id – Produk fesyen dan tekstil Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi...

Toyota
Sektor Riil

Pemerintah Bahas Insentif Mobil Hybrid Untuk Diusulkan Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...