JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia melangkah maju dalam upaya pengembangan energi terbarukan melalui kerja sama strategis dengan salah satu perusahaan BUMN terbesar dari China. Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di Shanghai pada Senin (17/2/2025), menandai awal kolaborasi yang berpotensi mendatangkan investasi triliunan rupiah ke tanah air. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Presiden Direktur perusahaan nasional yang terlibat dalam kerja sama tersebut, Arbi Leo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi energi terbarukan hingga nuklir di Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah memaksimalkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan yang ada di tanah air.
“Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengakselerasi pengembangan energi terbarukan di tanah air. Berbagai bidang kerja sama ini juga memiliki nilai investasi yang cukup fantastis,” kata Arbi dalam keterangannya, Senin (24/2/2025).
Perusahaan mitra dari China, CNNC, merupakan pemain utama dalam industri tenaga nuklir global dan satu-satunya perusahaan yang membangun semua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di seluruh China. Bisnis utama CNNC mencakup pengembangan tenaga nuklir, konstruksi teknik industri dan sipil, serta berbagai sektor energi terbarukan lainnya. Keahlian mereka di bidang ini diakui secara internasional, menjadikan kolaborasi ini semakin strategis bagi Indonesia.
CNNC juga memiliki pusat pelatihan internasional untuk konstruksi tenaga nuklir, satu-satunya di dunia yang disahkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pelatihan teknis tetapi juga menjadi pusat pengetahuan global dalam pengembangan energi nuklir. Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia berpeluang mendapatkan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi.
Arbi Leo menambahkan, kerja sama Bersahaja Group miliknya dengan perusahaan China ini sejalan dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni mewujudkan swasembada energi dan percepatan transisi ke energi terbarukan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata terhadap target pemerintah dalam mencapai kemandirian energi.
“Kami optimistis sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi kemandirian energi Indonesia di masa depan, sekaligus mempercepat pencapaian target transisi energi terbarukan menuju energi bersih,” tambah Arbi.
Melalui kerja sama ini, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan energi nasional di tengah tantangan perubahan iklim global. Investasi besar yang masuk diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di kancah global sebagai negara yang serius dalam mengembangkan energi bersih. Dengan dukungan teknologi dan keahlian dari mitra internasional, Arbi optimis Indonesia dapat menjadi contoh sukses dalam transisi energi di kawasan Asia Tenggara.




