www.bisnistoday.co.id
Minggu , 26 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Konsolidasi Operator Telekomunikasi Dinilai Positif
BURSA & KORPORASIKorporasi

Konsolidasi Operator Telekomunikasi Dinilai Positif

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Konsolidasi operator telekomunikasi dinilai posisif. Pasalnya, saat ini  keberadaan perusahaan telekomunikasi di Indonesia sudah terlalu banyak sehingga menimbulkan persaingan ketat.

“Sudah terlalu banyak pemain operator telekomunikasi dan bahkan cenderung brutal. Kami menanggapi positif jika ada operator yang melakukan konsolidasi,” kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam konferensi pers virtual Digital Media Update Kinerja XL Axiata Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (16/2).

Pernyataan Dian tersebut menanggapi pertanyaan apakah perusahaan akan melakukan penjajakan konsolidasi dengan perusahaan telekomunikasi lain. Seperti diketahui Hutchison 3 Indonesia dan Indosat Ooredoo telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, yang merupakan non-binding MoU, itu akan berlaku hingga akhir April 2021.

Dian mengatakan untuk melakukan konsolidasi tidak mudah karena banyak hal yang harus dijajaki dan disepakati satu sama lain, yang tentunya harus saling menguntungkan.

“Saya mengibaratkan seseorang yang akan melangsungkan pernikahan tentu harus ada penjajakan sampai dengan persetujuan untuk masuk ke jenjang yang lebih jauh,” katanya.

Terkait kemungkinan XL Axiata akan melakukan konsolidasi, Dian mengatakan memungkinkan membuka kesempatan dan peluang, dengan siapa dan tentu harganya. “Kita terbuka ke arah sana,” katanya. Namun Dian tidak menjelaskan secara tegas apakah perusahaan dalam waktu dekat ini akan melakukan konsolidasi atau tidak dan dengan siapa.

Direktur & Chief Financial Officer XL Axiata, Budi Pramantika mengatakan meskipun harus menghadapi kompetisi industri yang sangat ketat di tengah situasi pandemi Covid-19, perusahaan tetap berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, yakni pendapatan selama 2020 tercatat Rp26,018 triliun atau naik tiga persen year on year (YoY).

Selain itu, tingkat profitabilitas yang berkelanjutan juga terjaga dengan baik, di mana EBITDA meningkat sebesar 31 persen YoY, dan perusahaan kembali mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp679 miliar.

Di sepanjang 2020, kontribusi pendapatan dari data mencapai 92 persen, dengan penetrasi smartphone mencapai 89 persen yang merupakan tertinggi secara industri. Sementara itu, pembangunan jaringan data 4G terus berlangsung, dan hingga akhir 2020 telah mencapai 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia dengan lebih dari 54 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

AcaraMedia Gathering bersama Editor of Financial & Economics Club di Jakarta, Minggu (19/7/2026). (Adi/Bisnistoday)
Korporasi

LPS Pastikan Persiapan Implementasi Penjaminan Polis sesuai Tahapan

JAKARTA, Bisnistoday – Sebagai bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan...

Dirut Jasa Marga
Korporasi

Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday- PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command...

DIrut JM
Korporasi

Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnistoday - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis...

Rangkaian Kereta Api
Korporasi

Tahun 2025, KAI Catatkan Laba Sebesar Rp2,28 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja keuangan konsolidasian...