www.bisnistoday.co.id
Saturday , 28 January 2023
Home NASIONAL & POLITIK Hukum Kuasa Hukum Ferdy Sambo Menilai Surat Dakwaan JPU Tak Cermat
HukumNASIONAL & POLITIK

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Menilai Surat Dakwaan JPU Tak Cermat

SIDANG PERDANA: Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10). Tim kuasa hukum Ferdy Sambo menilai surat dakwaan JPU tidak cermat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam menyusun surat dakwaan No.Reg.Perkara: PDM-242/JKTSL/10/2022 tanggal 5 Oktober 2022 tidak cermat dan menyimpang dari hasil penyidikan. Oleh karenanya harus dibatalkan demi hukum.

Hal tersebut disampaikan tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, Sarmauli Simangungsong saat menyampaikan nota keberatas atas dakwaan JPU dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Menurut Sarmauli, dakwaan JPU disusun secara kabur (Obscuur Libel), tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap. Oleh karena itu harusn dinyatakan batal demi hukum.

Ia mengatakan bahwa dalam surat dakwaan tidak menguraikan peristiwa di Magelang, serta terdapat beberapa uraian yang dinilainya hanya bersandar pada keterangan satu saksi dan tanpa mempertimbangkan keterangan saksi lainnya. “Penuntut umum tidak menguraikan latar belakang atau alasan terdakwa beserta rombongan pergi ke Magelang, penuntut umum mengabaikan atau mengalihkan fakta pada tanggal 4 dan 7 Juli 2022,” tambahnya.

Selain itu, Sarmauli juga mengatakan penuntut umum tidak cermat dalam menguraikan perihal apa yang melatarbelakangi keributan antara Brigadir J dan Kuat Ma’ruf pada 7 Juli 2022. Ia juga mengatakan surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum hanya berdasarkan asumsi serta membuat kesimpulan sendiri.

Oleh karena itu, tim kuasa hukum Sambo dan Putri memohon kepada majelis hakim untuk menerima seluruh nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa. “Menyatakan surat dakwaan No. Reg.Perkara: PDM-246/JKTSL/10/2022 tanggal 5 Oktober 2022, batal demi hukum,” ujarnya.

Tim kuasa hukum Sambo dan Putri juga memohon kepada majelis hakim untuk memerintahkan JPU menghentikan pemeriksaan perkara Nomor 797/Pid.B/PN JKT. SEL dan membebaskan terdakwa dari tahanan.

Kemudian, memulihkan nama baik, harkat, dan martabat terdakwa dengan segala akibat hukumnya, serta membebankan biaya perkara kepada negara. “Atau setidak-tidaknya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya,” katanya lagi.

Pembunuhan Berencana

Sebelumnya, JPU mendakwa mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dengan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Sambo disangkakan dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perbuatan terdakwa Ferdy Sambo, SH., SIK., MH tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Dakwaan subsider kepada terdakwa Ferdy Sambo kami sangkakan pasal subsider nya yaitu pasal; Perbuatan terdakwa Ferdy Sambo tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,”  kata Jaksa Penuntut Umum Syahnan Tanjung di depan majelis hakim.

Pembunuhan berencana dilakukan Ferdy Sambo bersama-sama dengan Ricard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Putri Candrawathi, Rick Rizalwibowo dan Kuat Ma’ruf. Pembunuhan dilakukan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

Dalam surat dakwaannya, Ferdy Sambo yang memakai sarung tangan hitam disebutkan menembak satu kali Brigadir J yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, dalam keadaan tertelungkup masih bergerak-gerak kesakitan hingga akhirnya korban meninggal dunia.

“Menembak sebanyak satu kali mengenai tepat kepala bagian belakang sisi kiri korban Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga korban meninggal dunia,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sugeng Hariadi menambahkan.

Selanjutnya, lanjut jaksa Sugeng, untuk menghilangkan jejak serta untuk mengelabui perbuatan merampas nyawa Brigadir J, Sambo menembak ke arah dinding di atas tangga beberapa kali dengan tujuan seolah-olah telah terjadi tembak menembak antara Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan Brigadir J.

Sebelum Sambo menembak disebutkan bahwa Bharada E atas perintah Sambo mengarahkan senjata api Glock-17 Nomor seri MPY851 ke tubuh Brigadir J dan menembakkan senjata api miliknya sebanyak tiga atau empat kali hingga Brigadir J terjatuh dan terkapar mengeluarkan banyak darah sebelum akhirnya ditembak hingga mati oleh Sambo.

“Woy…! Kau tembak…! Kau tembak cepaaat! Cepat, woy kau tembak!,” kata Jaksa Sugeng mencontohkan perintah Sambo kepada Bharada E.

Dalam surat dakwaannya, disebutkan bahwa alasan Sambo menyusun strategi merampas nyawa Brigadir J ialah karena mendengar cerita Putri Candrawathi yang mengaku bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang pada 7 Juli.

Selain Ferdy Sambo, PN Jakarta Selatan akan membacakan dakwaan terhadap tiga tersangka pembunuhan Brigadir J lainnya, yakni Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Sementara satu tersangka lainnya, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, akan menjalani sidang pembacaan dakwaan pada Selasa, 18 Oktober 2022./

Archives

Bisnistoday - Inspire Your Business

Pertamina is The Energy

Semangat Bangkit

PT Waskita Karya Tbk

Terserah Kamu

Sorotan Bisnistoday

Bisnistoday - Inspire Your Business

Jasa Marga Raih Emiten Terbaik Dalam Ajang Bisnis Indonesia Award 2022

Related Articles

HumanioraNASIONAL & POLITIK

Akademisi Diminta Peran Aktif dalam Pembangunan IKN

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono...

HukumNASIONAL & POLITIK

Menteri Hadi Upayakan Penyelesaian Tanah di Banjar Mumbul

BADUNG, Bisnistoday - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

HukumNASIONAL & POLITIK

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kejaksaan Agung memutuskan untuk melakukan kasasi ke...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

Tambak Ilegal Marajai Wilayah Karimun Jawa

KARIMUN JAWA, Bisnistoday- Pemerintah Provinsi dan Pusat selayaknya turun tangan untuk menyelesaikan...