www.bisnistoday.co.id
Minggu , 15 Maret 2026
Home HEADLINE NEWS Masuki Ramadan, IKI Februari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Kedua Sejak Diluncurkan
HEADLINE NEWS

Masuki Ramadan, IKI Februari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Kedua Sejak Diluncurkan

Gedung Kemenperin
GEDUNG Kementerian Perindustrian di Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kinerja industri pengolahan nasional tetap menunjukkan daya tahan di tengah dinamika awal tahun dan momentum Ramadan. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2026 tercatat sebesar 54,02 atau masih berada pada fase ekspansi. Meski melambat tipis 0,10 poin dibanding Januari 2026, angka ini naik 0,87 poin secara tahunan (year-on-year) dan menjadi level tertinggi kedua sejak IKI pertama kali dirilis pada November 2022.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang disurvei, sebanyak 19 subsektor berada di zona ekspansi dengan kontribusi mencapai 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Hanya empat subsektor yang tercatat mengalami kontraksi.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman serta industri alat angkutan lainnya. Keduanya terdorong meningkatnya permintaan dari sektor makanan, minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), hingga alas kaki.

Lonjakan penjualan sepeda motor pada Januari 2026 yang mencapai 577.763 unit atau tumbuh 3,11 persen secara tahunan turut menjadi katalis positif bagi subsektor alat angkutan lainnya.

Namun di balik tren optimisme tersebut, terdapat sinyal peringatan. Kementerian Perindustrian mencermati peningkatan konsumsi rumah tangga terhadap pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya, yang tumbuh dari 2,73 persen pada 2024 menjadi 4,52 persen pada 2025, belum sepenuhnya diserap industri dalam negeri.

 “Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan permintaan tersebut lebih banyak dipenuhi oleh produk impor,” ujar Febri.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Momentum peningkatan konsumsi domestik selama Ramadan dan menjelang Lebaran seharusnya dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku industri nasional guna memperkuat struktur manufaktur dan daya saing produk lokal.

Adapun empat subsektor yang mengalami kontraksi antara lain industri kayu dan produk turunannya, industri barang galian non logam, industri komputer dan elektronik, serta reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan.

Industri Barang Galian Non Logam

Sekretaris Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Sri Bimo Pratomo, menjelaskan kontraksi pada industri barang galian non logam dipicu menurunnya permintaan dari proyek pemerintah yang belum berjalan optimal di awal tahun anggaran serta memasuki Ramadan.

Sementara itu, industri komputer, barang elektronik, dan optik tertekan akibat penurunan pesanan luar negeri serta kelangkaan komponen semikonduktor.

Meski demikian, baik IKI berorientasi ekspor (54,61) maupun domestik (53,12) tetap berada di zona ekspansi, walau mengalami perlambatan tipis dibanding bulan sebelumnya.

Secara umum, 77,6 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, dengan tingkat optimisme pelaku usaha meningkat menjadi 73,5 persen dan pesimisme turun menjadi 3,9 persen. Seluruh variabel pembentuk IKI, pesanan, produksi, dan persediaan, masih berada di zona ekspansi, bahkan variabel produksi mencatat ekspansi tertinggi sejak Januari 2025.

Memasuki Ramadan, industri nasional tampak tetap menjaga ritme pertumbuhan. Tantangannya kini adalah memastikan lonjakan konsumsi domestik benar-benar menjadi bahan bakar bagi produk dalam negeri, bukan sekadar membuka ruang lebih lebar bagi barang impor.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Emas Batangan
HEADLINE NEWS

Permintaan Global Meningkat, Picu Kenaikan HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥...

Trafik Tol Cikampek
HEADLINE NEWS

Ratusan Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek, Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif Tol 30% Mulai 15 Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday- PT Jasa Marga mencatat terjadi peningkatan arus lalu lintas meninggalkan...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Gejolak Geopolitik dan Perang Dagang Bayangi Pasar Global, Investor Beralih ke Aset Aman

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Kombinasi ketegangan geopolitik, konflik...

Mendag Busan
HEADLINE NEWS

Mendag Jamin Harga Bahan Pokok Stabil, Pasokan Aman Jelang Lebaran

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan...