www.bisnistoday.co.id
Selasa , 18 Agustus 2026
Home EKONOMI Melintasi Jalan Tol Bebas Palang Pintu dan Gardu
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Melintasi Jalan Tol Bebas Palang Pintu dan Gardu

Pemerintah bersama para operator jalan tol tengah mempersiapkan regulasi dan penerapan sistem transaksi tanpa henti sebagai pilot project pada Juni mendatang.

DISKUSI PUBLIK bertajuk Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Melalui teknologi pembayaran secara elektronik yakni Multi Line Free Flow (MLFF) memanjakan pengguna jalan tol dengan tidak ribet dengan palang pintu dan berhenti di gardu tol. Begitupun, melalui transaksi tanpa henti bisa menghemat waktu serta pemborosan bensin saat mengantri bayar di gerbang tol.

Tory Damantoro, Ketum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan,transaksi gardu tol sekarang sudah mencapai 4,2 juta transaksi per hari. Hal ini penting untuk mencari solusi agar tidak terjadi antrean seperti tragedi Brebes Exit (Brexit). Salah satu solusi adalah penggunaan transaksi dengan Multi Line Free Flow (MLFF) di gardu tol.

Menurutnya, antrean panjang terjadi, mengakibatkan pemborosan waktu dan anggaran seperti subsidi BBM. Selain itu, mempermudah aksesibilitas dengan waktu tempuh berkurang. “Kemacetan, antrean, pemborosan subsidi BBM, dan aksesibilatas serta efektiftias,” tuturnya, saat Diskusi Publik yang diprakarsai INSTRAN tertajuk ” Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti” di Jakarta, Selasa (7/2).

Hanya saja, menurut Tory, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana masyarakat merasa mudah terlebih dahulu. Penggunanya tidak sesulit masyarakat menggunakan pulsa serta mendownload aplikasi. “Selain itu, juga beli OBU dimana, itu harus disosialisasikan,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, lanjut Tory, budaya kepatuhan serta penegakan hukum harus ditingkatkan. Sekarang ini, hanya transportasi darat yang belum banyak melakukan digitalisasi, sedangkan transporta udara hampir semua, serta transportasi Kereta Api sekitar 50%.

“Nah, kalau transportasi jalan darat dengan menggunakan tol sudah MLFF, tentu porsi digitalisasi transaksi meningkat tajam,” tuturnya.

Perubahan Business Model

Menurut Tory, sejalan dengan penerapan transaksi MLFF ini, bagi operator sendiri juga akan mengalami perubahan dalam business model. Nantinya tidak dibutuhkan gerbang tol untuk menjalankan MLFF ini sehingga transaksi langsung masuk operator.

“Siapa yang menampung transaksi digital ini, apakah langsung ke BUJT atau ada badan khusus. Bagaimana dampaknya terhadap cashflow perusahaan,” tuturnya.

Karena, melalui sistem MLFF ini lanjut Tory, seperti tidak ada bedanya antara jalan tol dan non tol secara fisik. tidak ada gardu gerbang, serta jalan melaju terus dan berbayar. “Hanya saja, pengelolaan jaln tol dan non tol ini juga berbeda jauh. Bagaimana kalau keduanya diintegrasikan, ini perlu kajian,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

HUT RI
HEADLINE NEWS

Pelaksanaan Upacara HUT RI di Istana Merdeka Berlangsung Khidmat

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun...

Kawasan Hunian
Ekonomi & Bisnis

KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau di Pusat Kota Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) bakal menggarap penyediaan hunian...

Toko Emas
HEADLINE NEWS

Permintaan Naik, Harga Emas Kembali Meningkat Periode II Agustus 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan...