www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Mencekam, Ribuan Polisi Kepung Desa Wadas, Purworejo
NASIONAL & POLITIK

Mencekam, Ribuan Polisi Kepung Desa Wadas, Purworejo

KEPUNG DESA WADAS : Ratusan Aparat Kepolisian dari Polda Jateng mengepung warga Desa Wadas, Kec. Bener, Purworejo, Selasa Pagi (8/2).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Ribuan polisi dengan persenjataan lengkap mengepung Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada kemarin pagi, Selasa (8/2). Sontak kehadiran polisi ini, membuat warga Desa Wadas tidak tenang dan memanas. 

Seperti diketahui, ribuan polisi itu melakukan pengamanan terhadap rencana pengukuran lahan yang akan menjadi lokasi penambangan batuan andesit sebagai material pembangunan Bendungan Bener.

Hanya saja, puluhan warga yang diduga sebagai penolak tambang ditangkap oleh pihak kepolisian, di depan Masjid Jami Nurul Huda Desa Wadas. Sebagai informasi, hari ini ada sekitar 40 warga Wadas ditangkap paksa oleh aparat sampai berita ini ditayangkan penangkapan warga terus bertambah. 

“Proses pengukuran hari ini yang terjadi ini tidak wajar, dikawal ribuan aparat dan preman. Jadi saya berharap baik kepada Pemerintah maupun PBNU dapat membantu warga. Berpihak kepada warga,” harap warga Wadas Azim Muhammad.

Kedatangan ribuan polisi tersebut tentu saja kembali memunculkan trauma warga yang pernah terlibat bentrok dengan aparat. Terlebih sebelumnya tidak ada pemberitahuan pengukuran tanah yang dilakukan oleh pihak BPN dan dikawal oleh ribuan polisi itu.

“Kedatangan mereka cenderung tiba-tiba, setahuku tidak ada pemberitahuan besok ada pengukuran cuma dari warga tahu ada banyak sekali polisi di belakang Kantor Kecamatan Bener. Dan, tahu-tahu hari ini ada pengukuran,” jelas Azim. 

Rencananya pengukuran akan dilakukan selama tiga hari, yaitu pada 8-10 Februari 2022. Adapun jumlah bidang yang diukur sekitar 450 bidang. Pihak BPN membagi 10 tim dalam setiap proses pengukuran. 

Azim Muhammad yang juga aktivis Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) itu menilai proses pengukuran yang terjadi hari ini tidak wajar. Pasalnya dikawal dengan ribuan aparat yang tentu saja berpotensi menimbulkan konflik. 

“Saat warga berkumpul melakukan mujahadah polisi masuk ke masjid menangkap beberapa orang yang ikut mujahadah. Polisi juga hampir masuk ke setiap rumah warga mengambil pisau, sabit, alat-alat pertanian milik warga. Tidak tahu alasan mereka apa? Karena senjata tajam atau lainnya, tapi memang pisau dan sabit dibawa mereka,” tutur Azim.

Kejadian Desa Wadas ini, membuat dunia medsos makin gempar. Tagar dengan #WadasMelawan sontak menjadi viral. Berbagai akun twitter famous seperti mantan pejabat hingga pengiat lingkungan juga memberikan perhatian terhadap peristiwa desa Wadas, Kec.Bener, Purworejo. 

#WadasMelawan sudah ditwit hingga 129 ribu komentar. Begitupun, mayoritas komentar miring terhadap penegakan hukum hingga kolaborasi para investor pertambangan. Seperti salah satu akun Twitter WadasMelawan berkomentar; kekejaman macam apa yang terus menerus mengintai, mengawasi,mengusik, dan merepresi kami?!! /nu.org.id/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

NasionalNASIONAL & POLITIK

Pahami Proses Pengurusan Kesesuaian Tata Ruang untuk Pengembangan Usaha

JAKARTA. Bisnistoday - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya memerlukan izin Kesesuaian...

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadan...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BUMN Mudik Gratis 2026, Akan Berangkatkan Lebih 100 Ribu Pemudik

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara kembali menyelenggarakan Program...