www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 8 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Mendag Busan Angkat Pembiayaan UMKM dalam Forum BRICS TMM
HEADLINE NEWS

Mendag Busan Angkat Pembiayaan UMKM dalam Forum BRICS TMM

Forum BRICS
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers' Meeting/TMM) pada Jumat, (7/8) di Jaipur, India./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan pentingnya sistem perdagangan berbasis aturan (rules-based trading system) bagi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sistem perdagangan yang memberi prediktabilitas, adil, dan inklusif merupakan fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang melampaui pasar domestik. Sistem perdagangan berbasis aturan akan mendorong UMKM untuk tumbuh, meningkatkan daya saing, serta memperluas partisipasi dalam perdagangan internasional.

Penegasan ini disampaikan Mendag Busan saat memberikan intervensi dalam Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers’ Meeting/TMM) pada Jumat, (7/8) di Jaipur, India. Sesi ini membahas tema “Securing the Future: Fostering BRICS Cooperation for A Mutually Beneficial International Trade”.

“UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, UMKM masih menghadapi berbagai hambatan struktural. Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang paling mendasar,” ujar Mendag Busan.

Untuk itu, Indonesia mendorong tiga prioritas utama untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di negara berkembang. Pertama, meningkatkan literasi pembiayaan bagi UMKM. Kedua, memperluas inklusi pembiayaan digital. Ketiga, mendiversifikasi program pembiayaan yang adaptif dan fleksibel.

Sejalan dengan upaya tersebut, Indonesia menekankan pentingnya membangun rantai nilai global yang lebih tangguh untuk membangun kekuatan dari dalam negeri. Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan penguatan kualitas rantai nilai global melalui empat bidang utama. Pertama, memperkuat konektivitas melalui pembangunan infrastruktur transportasi, logistik, dan digital yang efisien. Tujuannya, agar pelaku usaha semakin terhubung dengan pasar regional maupun global.

Kedua, meningkatkan fasilitasi perdagangan melalui prosedur yang lebih sederhana, cepat, dan dapat diprediksi. Dengan begitu, biaya perdagangan dapat ditekan dan pelaku usaha dapat berpartisipasi lebih efektif dalam jaringan produksi global.

“Untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan, Indonesia telah mengembangkan sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA). Sistem tersebut memungkinkan eksportir memanfaatkan tarif preferensi berdasarkan berbagai perjanjian perdagangan Indonesia secara otomatis, sehingga produk Indonesia dapat bersaing lebih efektif di pasar internasional,” kata Mendag Busan.

Investasi Bidang Keterampilan

Ketiga, lanjut Budi Santoso, Indonesia mendorong penguatan kapasitas domestik melalui investasi pada pengembangan keterampilan, inovasi, dan dunia usaha. Dengan begitu, perusahaan serta tenaga kerja mampu menghasilkan produk dan layanan bernilai tambah lebih tinggi. Keempat, Indonesia menekankan pentingnya kebijakan perdagangan dan investasi yang kondusif melalui perluasan perjanjian perdagangan dan akses pasar. Elemen ini akan memperdalam integrasi ke dalam jaringan produksi regional maupun global sekaligus menarik investasi asing.

“Indonesia meyakini, kemajuan di keempat bidang tersebut akan membantu negara-negara berkembang membangun rantai nilai global yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan,” tambah Mendag Busan

Mendag Busan menambahkan, seiring dengan semakin kompleks dan saling terhubungnya jaringan produksi global, sektor jasa, dan teknologi baru, keberadaan kecerdasan artifisial (AI) dan cloud computing pun makin berperan sebagai sumber utama penciptaan nilai dan inovasi.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Indonesia memandang kerja sama BRICS dalam mendorong interoperabilitas serta pengaturan saling pengakuan (mutual recognition arrangements) sebagai suatu langkah penting untuk membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi yang lebih efektif di berbagai pasar. Namun, upaya itu tetap harus selaras dengan hukum nasional dan kerangka regulasi masing-masing negara. /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pasar Saham
HEADLINE NEWS

Tekanan Global dan Domestik Belum Mereda, Ekonom Menyakini Fundamental Ekonomi Indonesia Relatif Kuat

JAKARTA, Bisnistoday – Ekonom meyakini kondisi fundamental perekonomian Indonesia relative kuat, ditengah...

Tol Prosiwangi
HEADLINE NEWS

Tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi Hampir Rampung, Perluas Konektivitas Wilayah Timur Pulau Jawa

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pertumbuhan Ekonomi Membanggakan, Namun Investor Masih Selektif Pembelian Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29%

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama periode Kuartal II-2026,...