JAKARTA, Bisnistoday – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dirasakan makin mendesak untuk segera diimplementasikan, tak terkecuali bagi jenjang pendidikan tinggi. Mendukung hal tersebut, Kemendikbudristek bahkan telah meresmikan lanjutan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) beberapa waktu lalu untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas. Menyikapi hal tersebut, Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi Nasional menyelenggarakan webinar bertajuk Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan UKT.
“Berhasil tidaknya pelaksanaan PTM terbatas sangat bergantung pada komitmen teman-teman mahasiswa untuk saling menjaga dan melindungi melalui kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Kami mendorong kampus-kampus yang berada di wilayah PPKM level satu sampai tiga untuk segera pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa. Sementara untuk daerah di level empat, masih harus belajar dari jarak jauh,” ujar Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat tampil sebagai pembicara kunci dalam webinar pada Jumat, (27/8).
Dijelaskan Mendikbudristek, perkuliahan tatap muka terbatas akan berbeda situasinya dengan saat sebelum pandemi. “Jadilah contoh bagi sesama mahasiswa, dosen, dan warga kampus lain untuk menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. PTM terbatas ini juga membutuhkan komitmen teman-teman mahasiswa agar dapat berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Berita Terkait : Level PPKM Diturunkan di Sejumlah Daerah Hingga 30 Agustus 2021
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek), Nizam mengimbau agar seluruh perguruan tinggi bersiap melakukan perkuliahan tatap muka terbatas khususnya bagi perguruan tinggi dan daerah yang telah memenuhi syarat. “Saya minta kampus yang telah memenuhi syarat segera menyiapkan perkuliahan tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” tegasnya.
Ketua Umum Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi (Permadani Diksi) Nasional, Rizal Maula, juga mendukung adanya PTM terbatas agar Indonesia tidak semakin mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss). Kami sebagai penerima beasiswa Bidikmisi atau yang sekarang bernama KIP Kuliah akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam hal membantu percepatan terwujudnya SDM unggul dan Indonesia maju,” katanya.
Lebih lanjut, Plt. Dirjen Diktiristek mengatakan, salah satu keberhasilan penerapan protokol kesehatan adalah pada periode seleksi masuk perguruan tinggi di mana tidak ada kemunculan kasus baru Covid-19. “Jika kita disiplin protokol kesehatan maka mobilitas mahasiswa tidak akan memunculkan klaster baru,” katanya.
Pelaksanaan PTM terbatas merujuk pada SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SKB tersebut mencantumkan hal-hal yang harus dilakukan semua warga satuan pendidikan selama melaksanakan PTM terbatas, khususnya protokol kesehatan. Beberapa di antaranya, yaitu selalu memakai masker selama berada di satuan pendidikan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Berita Terkait : PTM Terbatas yang Aman dan Nyaman? Yuk Dengarkan Cerita Kepala Sekolah
Upaya menyukseskan PTM terbatas juga ditempuh Kemendikbudristek dengan mengakselerasi pengembangan vaksin Merah Putih. Vaksin yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) itu kini telah memasuki tahap uji klinis. Guna memaksimalkan tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity), Menteri Nadiem meminta mahasiswa penggerak untuk mengajak rekan mahasiswa lainnya mengikuti vaksinasi.
Di samping itu, Nadiem mengimbau kepada mahasiswa yang belum divaksinasi, untuk segera mencari informasi dan mendaftarkan diri agar mendapatkan vaksin. Sementara bagi yang sudah divaksin, kata dia, sebarkan pesan kepada sesama mahasiswa tentang pentingnya vaksin dan tetap jalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Mendikburistek menegaskan, penyampaian dan penyebaran informasi yang benar sangat dibutuhkan di masa pandemi ini.
Rini Aulia Nurul Fikri dari UPN Veteran, Jakarta mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas bantuan pengurangan UKT di semester ganjil. “Kesan saya terhadap bantuan ini adalah sangat membantu keluarga saya karena keluarga saya sangat terdampak Covid-19. Pesan saya, semoga program ini terus ada dan informasi terkait bantuan UKT bisa lebih disebarluaskan lagi supaya lebih banyak mahasiswa yang berpartisipasi,” kata Rini.
Libatkan Mahasiswa
Ketua Forum Rektor Indonesia, Panut Mulyono, mendukung gerakan gotong royong sivitas perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa dalam mendukung PTM terbatas dan bantuan UKT Kuliah. Ia menyampaikan apresiasi atas lanjutan bantuan UKT yang digulirkan.
Berita Terkait : Cari Tahu Bagaimana Sekolah Persiapkan Pola PTM Terbatas
“Harapannya setelah lulus nanti, mahasiswa bisa berkiprah bagi kemajuan bangsa dan membantu keluarga meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat. (Sejatinya) gotong royong ini sudah terjadi, pendidikan tidak boleh berhenti untuk masa depan bangsa yang lebih baik,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari Ketua BEM UPN Jakarta, Rahman Faturahman. Ia mengatakan, mahasiswa sebagai garda depan akan membantu dalam mengimplementasikan PTM terbatas yang aman dan mendorong agar bantuan UKT semakin tepat sasaran. “Terima kasih atas bantuan UKT. Kami sangat mendukung upaya ini,””tuturnya seraya memberi masukan terhadap kebijakan Kemendikbudristek./




