KABUPATEN LANGKAT, Bisnistoday – Suasana haru bercampur gembira menyelimuti SD 057239 Sekoci, Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti datang menyapa para murid yang terdampak bencana banjir. Kedatangan menteri ini sekaligus untuk meninjau langsung kondisi sekolah serta menyalurkan bantuan bagi murid dan guru.
Kunjungan diawali dengan lantunan lagu “Anak Indonesia Hebat”, yang dinyanyikan bersama para murid. Dengan penuh semangat, Menteri Mu’ti mengajak anak-anak bermain sambil memotivasi mereka agar tetap tegar. “Anak-anak semua harus tetap tegar dan semangat belajar. Gedung sekolah ini ke depannya akan direnovasi sehingga kalian bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan serius pada gedung sekolah. Mendikdasmen memastikan SD 057239 Sekoci masuk dalam prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
“Hari ini saya hadir dan melihat langsung dampak yang cukup parah. Kemendikdasmen terus berupaya memulihkan pembelajaran di daerah terdampak bencana seperti sekolah ini,” ungkapnya.
Proses Belajar Bertahan di Tenda Darurat
Kepala SD 057239 Sekoci, Saria Br Bangun, mengungkapkan betapa berat kondisi yang mereka hadapi. Dari seluruh ruang kelas, kini hanya satu ruangan yang masih dapat digunakan. Selebihnya, pembelajaran terpaksa berlangsung di tenda darurat.
Saria juga menyampaikan kebutuhan mendesak, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, hingga revitalisasi bangunan. “Kami sangat bahagia Menteri hadir. Kami bersyukur dan berterima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan,”tuturnya.
Di tengah tenda pembelajaran darurat, tampak senyum salah satu murid, Febby Cindy Aulia, meski ia kehilangan hampir semua perlengkapan sekolahnya. “Semoga sekolah kami bisa direnovasi agar bisa belajar dengan nyaman kembali. Terima kasih Pak Menteri,” ucapnya.
Murid lainnya, Hanna Azwiyah, juga menceritakan bagaimana perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang baru dipakai kurang dari dua minggu rusak terseret banjir. “Semoga sekolah kami lekas pulih,” harapnya.//

