www.bisnistoday.co.id
Rabu , 19 Agustus 2026
Home OPINI Gagasan Menengok Masjid Nabawi dan Perjalanan Islam
GagasanOPINI

Menengok Masjid Nabawi dan Perjalanan Islam

Social Media

Masjid Nabawi bagian terpenting dari sejarah perjalanan panjang Nabi Muhammad SAW karena sebagai pusat masa konsolidasi kekuatan untuk mengendalikan kembali Mekkah dibawah kekuasaan kaum muslimin.

Perkembanganya kini, sekiling masjid Nabawi dikepung oleh puluhan hotel, dimana semakin dekat akhir ramadan, gelombang jemaah tak terbendung. Masjid Nabawi sebelumnya masjid kecil, dimana sebagai tempat rumah Rosul dan mimbar dakwahnya dan akhirnya Rosul dimakamkan ditempat ini.

Sebelah belakang kiri, ada tempat makam bakiek lokasi makam bagi sahabat Rosul. Luasnya tidak bertambah, mamun sistem penguburannya yang tersusun rapih, dan kuburan ini hanya ditandai dengan batu nisan. Perkembangan sekarang sudah boleh masyarakat umum dikuburkan di Bakiak.

Sementara, sebelah kanan masjid Nabawi berdiri masjid kecil yang wajahnya agak berbeda, terdiri dari kubah-kubah kecil seperti awan ber arak-arakan. Masjid ini sebagai tanda ketika Rosul, memohon doa kepada Allah untuk minta hujan, atau sholat istiga’. Doa Rosul dikabulkan, dan tidak berselang lama turun hujan lebat.

Didalam Masjid Nabawi, terkenal rumah Rosul. Berawal dari rumah kecil inilah, Rosul dan istrinya Aisyah melanjutkan dahwah Islam di tanah Madinah.

Sedangkan Masjid perjuangan pertama yang dibangun Rosul dan sahabat adalah Masjid Kuba. Masjid ini sebagai simbul perjuangan kaum ansor dan muhajirin bersama untuk menegakkan dan siar ajaran Islam.

Masjid Kuba yang berjarak sekitar 5 km dari Masjid Nabawi merupakan masjid perjuangan Islam ketika Rosul hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari perlawanan berat dari kaum musyrikin. Awalnya, Rumah Allah ini, dibangun dengan material seadanya dari pohon pelepah kurma  dan atapnya daun-daun kurma untuk disatukan menjadi masjid. Tempat ibadah ini, merupakan area untuk berunding, konsolidasi serta memantafkan ajaran Islam di Madinah.

Kaum kafirin Mekkah, tidak saja begitu menyerah untuk memerangi Islam dan Rosul. Suatu ketika kaum musyrikin menyerang, dengan kekuatan penuh, sedangkan pasukan Rosul ketika itu hanya ratusan muslim dalam kondisi mengkhawatirkan.

Perang berawal pecah , saat patroli, Rosul bertemu dengan Abu Sofyan, saudagar dari Quraish Mekkah, dan secara diam diam melaporkan kondisi Rosul di Madinah yang semakin kuat. Lalu bala tentara kafirin mengirimkan pasukan ke Madinah untuk menangkap Rosul.

Perangpun terjadi, akhirnya pasukan musyrikin datang dan siap beperang di bukit Badar sekitar 200 km dari Madinah. Saat perang badar kaum muslimin hanya 300 tentara, dan musyrikin ribuan, mampu dikalahkan oleh kaum muslimin.

Merasakan kekalahan, salah satunya orang berpengaruh kaum musyrikin yakni Hindun, akan membalas serangan balik. Keluarga Hindun merasa terpukul, atas meninggalnya ayahnya, adiknya oleh Hamzah Ali saat perang Badar. Lalu Hindun menyuruh pembunuh bayaran, untuk membunuh Hamzah Bin Abi Tholib. Ini sebagai cikal bakal berkecamuknya perang Uhub

Lagi-lagi, Rosul dianggap sebagai pembangkang sehingga harus ditumpas. Kaum kafirin sebenarnya sudah lama memusuhi Nabi Muhammad ketika di Mekkah. Begitu sadis perlawanan musyrikin saat di Makkah, bahkan Rosul sudah diboikot makanan hingga berbulan bulan. Suasana memang betul betul tidak menguntungkan.

Ketika perang Uhud, pasukan muslim mamasang jagoannya di bukit Jabal Rumad untuk menghadang pasukan musyrikin. Rosul menempatkan pasukan panah jitu di bukit Jabal Rumad, dipimpin oleh Hamzah bin Abi Tholib.

Pasukan musyrikin, banyak terbunuh oleh pemanah dari bukit Jabal Rumad akhirnya berbalik pergi. Kemenangan ini dirayakan sukacita grup pemanah Hamzah. Namun ketika suka cita itu terjadi, kaum musyrikin dipimpin Kholid Bin Walid sebelum masuk Islam, berbalik menyerang karena lengah.

Akhirnya Hamzah meninggal dan rosullpun segera meninggalkan gelanggang untuk menyelamat diri, dan atas izin Allah disembunyikan di balik bukit yang terbelah.

Pasukan musyrikin terus memburu dan menyerang kaum muslimin. Atas ide Salman Al farizi, dari Persia dibuatlah parit, sekitar ukuran 4×4 m. Ketika bala tentara kaum musyrikin tiba dengan kekuatan besar datamg, beberapa kuda musrikin terjatuh ke parit. Setelah menunggu beberapa hari, saat Madinah musim juga memasuki musim dingin maka atas izin Allah, mereka meninggalkan Madinah.

Selanjutnya, Rosul terus melakukan konsolidaasi kekuatan, hingga cukup kuat. Lalu tahun keenam, Rosul melakukan Umroh ke Mekkah. Rosul hanya diiringi 114 sahabat kaum muslimin pergi ke Makkah.

Lalu ditemgah jalan kuda Rosul dihadang kaum kafirim, lalu tidak jadi Umroh ke Mekkah. Kekuatan kaum muslim di Madinah lambat laun terus menguat. Lalu pada tahun ke 8 pasca Hijrah, Rosul kembali Umroh ke Mekkah, dengan kekuatan penuh, dan kaum kafirin merasa ketakutan dan tidak ada perlawanan. Selama dua tahun Mekkah dikuasai dan dikendalikan.  Tidak berselang lama, setelah itu Rosululah dipanggil Allah SWT, atau wafat./

Oleh : Tito Suharto, Jemaah Umroh

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PosIND Pelembang
Gagasan

Ekonomi Belah Ketupat, Mimpi Besar Prabowo Memperkuat Kelas Menengah

JAKARTA, Bisnistoday - Tujuan bangsa ini berdiri, seperti dinyatakan dalam konstitusi oleh...

Logo BI
Gagasan

Independensi Bank Indonesia dan Arah Angin Politik

INDEPENDENSI Bank Indonesia (BI) sering kali disalahpahami sebagai kebebasan untuk berjalan tanpa...

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
GagasanSport & Health

Pelajaran dari Krisis Kepemimpinan FIFA

FIFA, Federasi Sepak Bola Internasional, saat ini sedang diterpa masalah, terutama terkait...

Karhutla (Ilustrasi: Unsplash/Matt-Palmer)
GagasanLingkungan

Amuk Api di Lahan Kerontang

SEJUMLAH peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sepanjang pekan ini, yakni...