www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 April 2026
Home EKONOMI Luhut: Tak Ada Uang Negara yang Dipakai untuk Insentif Mobil Listrik
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Luhut: Tak Ada Uang Negara yang Dipakai untuk Insentif Mobil Listrik

Menko Marves menegaskan, tak ada uang negara yang dikeluarkan dalam program bantuan insentif untuk pebelian kendaraan listrik
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan (LBP) menegaskan, tidak ada uang negara yang dikeluarkan dalam program bantuan insentif untuk pebelian kendaraan listrik.

“Jadi kita (pemerintah) tidak memberikan insentif, jangan keliru. Tidak pernah kita menyebutkan insentif, yang kita berikan adalah kita potong pajaknya, dari 11 menjadi 1 persen. Beda ya, jadi tidak ada uang negara yang keluar,” tegas Luhut dalam China (Sichuan)-Indonesia Economic and Trade Conference, di Jakarta, Senin (29/5).

Luhut menyapaikan hal tersebut merespons kritikan soal subsidi kendaraan listrik yang diberikan pemerintah dalam rangka mendorong adopsi kendaraan listrik secara nasional.

Seperti diketahui bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan untuk pembelian kendaraan listrik roda dua, yakni berupa potongan harga sebesar Rp7 juta untuk pembelian satu unit kendaraan listrik roda dua. Bantuan sebesar Rp7 juta juga diberikan untuk konversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik.

Sementara itu, bantuan pemerintah untuk kendaraan listrik roda empat berupa pemberian insentif pajak ditanggung pemerintah (PPN-DTP) 10 persen.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan komitmen Indonesia untuk bisa mengurangi emisi dari sektor transportasi melalui adopsi kendaraan listrik.

Pemerintah bahkan menargetkan peralihan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik mulai dari bus, motor dan mobil.

“Jadi Jakarta ini air quality-nya (kualitas udaranya) kan jelek. Jadi kalau kita kurangi bus (konvensional), bus ini kita targetkan 5 tahun habis, kemudian sepeda motor, kemudian mobil,” katanya pula.

Luhut juga menyebut peralihan dari kendaraan berbasis BBM ke kendaraan berbasis listrik akan turut menghemat keuangan negara. Hal itu lantaran impor energi bisa mencapai 35 miliar dolar AS per tahun./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Terbaik dari NTT Capai Aset Rp1,38 Triliun

KUPANG, Bisnistoday - Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) Indonesia...

Logo Kemenkop
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ketua AKSES : Berdirinya Korporasi Tidak Menyejahterakan Rakyat

JAKARTA, Bisnistoday – Kemiskinan terlihat makin sulit dikendalikan dan berjalan massif di...

Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah
Ekonomi & Bisnis

Kinerja Bisnis Tumbuh, CEO Prudential Syariah Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kepemimpinan perusahaan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah)...

Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia memberikan keterangan di Jakarta,
Ekonomi & Bisnis

ITDP Dorong Dialog Lintas Sektor Untuk Percepatan Elektrifikasi Logistik Perkotaan

JAKARTA , Bisnistoday – Sektor logistik perkotaan yang didominasi sepeda motor untuk...