JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota di kantor PT Agrinas Pangan Nusantara, Senin (16/3) di Jakarta. Pertemuan tersebut untuk membahas percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus memastikan model bisnis koperasi berjalan efektif.
Menkop menyampaikan apresiasi kepada Agrinas atas capaian pembangunan fisik Kopdes Merah Putih. Menkop juga menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi sebelum operasional penuh dimulai.
Menurut Menkop, Agrinas dapat mengambil langkah strategis dalam proses percepatan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih.
“Jika kita bisa mempercepat proses pengerjaan di lahan-lahan baru, kita optimis progres signifikan akan terlihat pada bulan September mendatang,” kata Menkop.
Pada pertemuan tersebut, Menkop menyoroti beberapa aspek, antara lain perlunya standar baku unit usaha seperti gerai obat dan klinik agar memiliki kualitas layanan yang konsisten. Kemudian perlu adanya aturan mengenai integrasi Kopdes Merah Putih dengan Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) sebagai model bisnis hub dan gregator.
Menkop juga meninjau fasilitas command center milik Agrinas yang digunakan untuk memantau perkembangan proyek secara terintegrasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengelolaan jaringan koperasi.
Pemerintah menilai kolaborasi dengan Agrinas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem koperasi modern berbasis teknologi dan manajemen profesional. Melalui sinergi tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi simpul distribusi barang dan kebutuhan pokok di tingkat desa sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Adopsi Sistem Koperasi Spanyol
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan saat ini sedang berjalann pembangunan fisik gerai Kopdes Merah Putih sebanyak 32.660 unit. Sementara itu, sebanyak 2.700 unit pembangunan fisik Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen.
“Dan kita terus berprogres dan kita berharap sampai akhir April ini kita sudah bisa lebih dari 20.000 selesaii 100 persen,” kata Joao.
Joao melaporkan proyek Kopdes Merah Putih akan mengadopsi standar pengelolaan profesional yang terinspirasi dari keberhasilan koperasi di Spanyol dan Singapura. Fokus utamanya adalah digitalisasi dan transparansi pengelolaan secara terpusat untuk membangun skala nasional.
Seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari sistem transaksi komputer, alat pemindai (scanning), hingga fasilitas kenyamanan seperti AC, CCTV, serta perangkat keamanan (APAR dan genset) diklaim telah siap.
“Meski bertransformasi menjadi ritel modern, esensi koperasi melalui prinsip one man one vote tetap menjadi landasan utama,” ujar Joao.



