JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/10), masih berpeluang menguat. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang level 7.764 hingga 7.823. Pada perdagangan kali ini, diperkirakan pergerakan IHSG memiliki suppot kuat di 7.500.
IHSG pada perdagangan kemarin (23/10) diutup melemah tipis, sebesar 0,02% menjadi 7.787,6. IHSG telah mencatatkan tren penguatan selama hampir dua pekan terakhir,dan sepanjang bulan Oktober IHSG telah menguat 3,4%.
“Pasar menyambut baik pengumuman susunan kabinet pemerintahan baru di bawah Prabowo-Gibran dan akan menunggu program 100 hari pertama. Salah satu yang paling dinanti oleh pasar adalah strategi dan langkah konkret dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%,” dalam keterangan Tim Riset Mirae Asset Sekuritas.
Namun demikian, di tengah tren penguatan pasar saham, nilai tukar Rupiah cenderung mengalami tren pelemahan, dan kemarin ditutup pada level 15,620 per USD (depresiasi 3,2% MTD), yang merupakan level terlemahnya terhadap USD selama hamper 2 pekan terakhir.
Walau begitu, hal ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global dan pelemahan juga dialami oleh mata uang regional lainnya sepanjang bulan Oktober ini, termasuk Ringgit Malaysia, Peso Filipina, dan Baht Thailand yang sepanjang Oktober melemah, masing-masing 5,5% MTD, 3,2% MTD, dan 4,1% MTD, seiring penguatan indeks USD yang tiga hari terakhir konsisten berada di atas level 104.
“Hal ini disebabkan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed yang tidak seagresif di bulan September lalu.”
Rekomendasi Saham :
ERAA : buy on weakness, Support : 434, Resistance : 448, Target price : 480 (+8.60%), Cut loss : 430
SMRA : buy on weakness, Support : 660,Resistance : 680, Target price : 760 (+13.43%), Cut loss : 635
PTBA, buy on weakness, Support : 2920, Resistance : 3000, Target price : 3200 (+8.48%) Cut loss : 2740.//




