www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Nilai Surplus Neraca Perdagangan Per Juli 2024 Turun
HEADLINE NEWS

Nilai Surplus Neraca Perdagangan Per Juli 2024 Turun

PELABUHAN PRIOK
TRUK bermuatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 0,47 miliar. Surplus perdagangan Juli 2024 meliputi surplus nonmigas sebesar USD 2,61 miliar dan defisit migas sebesar USD 2,13 miliar.

Meskipun surplus, nilai surplus Juli 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus Juni 2024 yang sebesar USD 2,39 miliar. Angka surplus tersebut juga masih lebih rendah dari surplus pada Juli 2023 yang mencapai USD 1,29 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada periode Juli 2024. Meskipun perbandingan nilai surplus periode ini dengan bulan lalu maupun dengan periode Juli tahun lalu tercatat lebih rendah, Indonesia tetap melanjutkan surplus perdagangan selama 51 bulan berturut- turut sejak Mei 2020,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, ada tiga negara mitra dagang penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia selama Juli 2024. Ketiga negara tersebut adalah India, Amerika Serikat (AS), dan Filipina yang menyumbangkan total surplus USD 3,03 miliar bagi Indonesia. Sementara itu, penyumbang defisit perdagangan nonmigas terdalam pada Juli 2024 adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Australia yang totalnya mencapai USD 3,42 miliar.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama periode Januari—Juli 2024 sebesar USD 15,92 miliar. Surplus tersebut dihasilkan dari surplus nonmigas sebesar USD 28,16 miliar dan defisit migas sebesar USD 12,24 miliar. “Angka surplus ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 21,20 miliar,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Pertumbuhan Ekspor -Impor

Pada Juli 2024, dalam keteranganya Mendag mengatakan, kinerja ekspor mencapai USD 22,21 miliar atau meningkat sebesar 6,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) dan 6,46 persen dibanding Juli 2023 (YoY). Capaian tersebut didorong kenaikan ekspor nonmigas sebesar 5,98 persen dan migas yang naik 15,57 persen dibandingkan Juni 2024 (MoM).

Sementara, lanjut Mendag, total impor Juli 2024 mencapai USD 21,74 miliar. Nilai tersebut naik 17,82 persen dibandingkan Juni 2024 (MoM) atau naik 11,07 persen dibandingkan Juli 2023 (YoY). Kenaikan impor Juli 2024 didorong peningkatan permintaan impor, baik sektor nonmigas maupun migas, dengan peningkatan masing- masing sebesar 19,76 persen dan 8,78 persen (MoM).

Peningkatan impor Juli 2024 terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. Secara bulanan, peningkatan impor terbesar dialami barang modal sebesar 21,21 persen, diikuti bahan baku/penolong sebesar 17,21 persen dan barang konsumsi sebesar 16,79 persen (MoM)./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BSPI 2030
HEADLINE NEWS

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Resmi Mengundurkan Diri

JAKARTA, Bisnistoday – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri...

Menteri PU
HEADLINE NEWS

Menteri Dody Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen Jawa Tengah

SRAGEN, Bisnistoday - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat...

Program MBG
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Program MBG Dinilai Belum Mampu Mendongkrak Ekonomi Rakyat Kecil

JAKARTA, Bisnistoday – Pengemat ekonomi menilai selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis...

Dampak El Nino
HEADLINE NEWS

Dampak Kekeringan Dirasakan Masyarakat di Berbagai Wilayah

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kementerian PU melakukan operasi darurat mengatasi bencana...