JAKARTA, Bisnistoday – Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Cooperation and Development/OECD) menyarankan Indonesia memperkuat digitalisasi untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Digitalisasi dipastikan akan mendorong UMKM lebih cepat mendapatkan barang dan jasa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Analis Perdagangan OECD Matteo Fiorini dan Janos Farencsz saat seminar bertajuk “Services Trade in Indonesia: Exploring Patterns, Policies, and Reform Scenarios”. Seminar tersebut digelar pada Kamis, (24/10) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Matteo Fiorini dan Janos Farencsz menjelaskan, sektor jasa, termasuk telekomunikasi, transportasi, dan keuangan, akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka juga menekankan pentingnya percepatan reformasi dan liberalisasi di sektor-sektor ini untuk mendorong investasi, meningkatkan produktivitas, serta memanfaatkan momentum pertumbuhan perdagangan digital melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung.
Sementara itu, Executive Director ISD Devi Ariyani menyampaikan, bahwa 99,9 persen struktur perusahaan Indonesia adalah UMKM yang sangat bergantung pada barang dan jasa digital. Penggunaan teknologi digital oleh UMKM telah mendorong ekspor jasa digital dan memperkuat daya saing, serta membuka peluang di pasar internasional namun tantangan seperti tingginya biaya impor teknologi harus diatasi untuk bersaing di pasar global.
Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Atong Soekirman menyampaikan, tantangan yang dihadapi sektor jasa logistik di Indonesia, seperti disparitas infrastruktur, regulasi yang perlu disesuaikan, dan kebutuhan inovasi teknologi di era digital.
Sementara, Baung Rivano Siregar Kementerian Perhubungan RI, memaparkan potensi besar sektor jasa transportasi laut dan menekankan perlunya peningkatan infrastruktur pelabuhan serta efisiensi operasional untuk menjaga daya saing global.
Pemerataan Akses Telekomunikasi
Perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dian Wulandari menyampaikan bahwa kompleksitas geografis Indonesia menjadi tantangan utama dalam pemerataan akses telekomunikasi. Pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas digital talent sebagai upaya untuk menghadapi tantangan ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di akhir seminar, Direktur Perundingan Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan RI Mochamad Rizalu Akbar menyampaikan harapannya agar temuan dan rekomendasi dalam Studi OECD ini dapat menjadi rujukan tambahan bagi pengembangan sektor perdagangan jasa di Indonesia.
“Hasil studi dan pembahasan para narasumber telah memperkaya pemahaman kami tentang peluang dan tantangan yang kita hadapi dalam sektor jasa dan perdagangan. Hal ini akan menjadi referensi yang berharga bagi pengembangan kebijakan sektor perdagangan jasa di Indonesia,” tutur Rizalu. Tingkatkan Daya Saing Perdagangan Jasa di Indonesia, Kemendag Sosialisasikan Hasil Kajian OECD.//








































