TANGERANG, BisnisToday – Investasi PT Oligo Infra Swarna Nusantara kabarnya begitu fantastis. Nilainya tembus Rp 2,5 triliun untuk mengubah gunung sampah Rawa Kucing, Kota Tengerang jadi energi listrik.Realitanya? Bau nyata sampah masih menyengat, listriknya entah kapan meenyala.
Mega proyek itu masih macet di meja administrasi. Menunggu petujuk Kementerian Lingkungan Hidup atau Perpres terbaru.Padahal Pemerintah Kota Tangerang sudah terlanjur menjual proyek ini sebagai solusi.
Apalagi, TPA sudah 80 persen penuh dan warga gratis menghirup bau busuk setiap hari.Pemkot Tangerang dan PT Oligo tetap mendorong proyek pengelolaan sampah terpadu ramah lingkungan di Rawa Kucing.Nilai investasinya Rp2,58 triliun dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) selama 25 tahun.Nyatanya, dua tahun berlalu, baru sebatas bantu sanitary landfill.
Program PSEL Jalan di Tempat
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wawan Fauzi, mengklaim program PSEL tetap jalan meski tersandung birokrasi. PT Oligo memperpanjang jaminan Rp21 miliar hingga 2027.Bahkan Direktur Oligo, Bobby Roring, optimistis proyek segera terwujud.”Kami ingin menjadikan sampah sebagai sumber daya, bukan masalah,” katanya, Minggu (23/8/2025).
Mengubah Gunung dengan Teknologi
TPA Rawa Kucing menampung 1.600 ton sampah per hari dari 13 kecamatan dengan tinggi timbunan 25 meter. Kapasitas sudah 80 persen. Teknologi baru sangat mendesak. Dengan PSEL, sampah bisa diolah hingga 2.100 ton per hari dan menghasilkan 13,5 MW listrik, ditambah 25 MW dari RDF Jatiuwung.
Teknologi WtE memadukan RDF, anaerobic digester, dan integrasi penjualan listrik ke PLN. Pemkot dan Oligo menekankan warga harus memilah sampah sejak rumah.”Tanpa kesadaran dari hulu, sistem modern tidak akan optimal,” kata Bobby.
Proyek ini berdiri di atas Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang percepatan PSEL berbasis teknologi ramah lingkungan.Tangerang ditargetkan jadi kota percontohan pengelolaan sampah modern dan energi terbarukan.
Warga Menunggu Realisasi
Oligo sudah janji sejak 2022, tapi hasilnya masih sebatas kertas. Mereka sesumbar bakal menghasilkan 13,5 MW listrik dari Rawa Kucing dan 25 MW dari Jatiuwung.”Hebat, ya. Sampah yang bikin pusing, nanti bisa nyetrum rice cooker,” sindir Gugun, warga Cipondoh.
Pemerintah terus menjanjikan berkurangnya timbunan sampah 70 persen. Gas rumah kaca ditekan. Tangerang jadi kota hijau.Sayangnya, bau sampah tetap jadi parfum gratis warga setiap hari.Warga bahkan diminta rajin memilah sampah dari rumah. Katanya biar sistem modern jalan.”Kalau listrik dari sampah belum juga nyala, sabar. Bau busuknya kan sudah nyala duluan,” kelakar Rudi, warga Citra Raya.//


