www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Ragukan Langkah The Fed, IHSG Terkoreksi
Bursa

Pasar Ragukan Langkah The Fed, IHSG Terkoreksi

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Kamis (02/05) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah dalam beberapa hari perdagangan menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (02/05) terkoreksi cukup dalam sebesar 116,78 poin ke posisi 7.117,41. Sementara indeks LQ45 turun 27,97 poin ke posisi 898,75.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, bursa Asia pada hari ini bergerak mixed (variatif) lantaran pasar tampaknya ragu dengan langkah The Fed ke depan. Pada hari ini The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan ataupun tidak menurunkan suku bunganya.

Presiden The Fed, Jerome Powell menyebut bahwa dibutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan untuk lebih yakin tentang pengembalian inflasi ke target 2 persen, namun di sisi lain, The Fed tampaknya menutup kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Selain itu, The Fed pada pertemuan kemarin juga mengumumkan untuk memperlambat pembelian aset, sehingga mengindikasikan bahwa The Fed masih berkomitmen terhadap higher for longer.

Dari dalam negeri, indeks PMI Manufaktur Indonesia pada April 2024 tercatat sebesar 52,9 poin atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 54,2 poin, namun masih dalam zona ekspansi atau di atas 50 poin.

Sementara itu, inflasi inti periode April 2024 turun 1,77 persen year on year (yoy) menjadi 1,82 persen, namun inflasi periode April 2024 menurun tipis dari awalnya 3,05 persen (yoy) menjadi 3,00 persen (yoy).

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dipimpin sektor kesehatan yang naik 0,12 persen, diikuti sektor industri yang naik sebesar 0,11 persen.

Sedangkan sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam, minus 2,78 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing minus 2,02 persen dan 1,75 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRGU, NASI, MSKY, OKAS dan MHKI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ATLA, ZINC, SMDR, MAPI dan BMRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.289.900 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,27 miliar lembar saham senilai Rp16,78 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 405 saham menurun, dan 178 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: Pelaku Pasar Tunggu Rilis Data PCE Price Index, IHSG Melemah

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1.146,29 poin atau 3,83 persen ke 39.740,39, indeks Hang Seng menguat 444,10 poin atau 2,50 persen ke 18.207,13, dan indeks Strait Times menguat 4,19 poin atau 0,13 persen ke 3.296,88.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah pada akhir perdagangan menguat 74 poin  menjadi Rp16.185 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.259 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis turut menguat ke level Rp16.202 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.276 per dolar AS.

Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi keputusan Federal Reserve (The Fed) yang membatalkan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut pada tahun 2024 hingga kini memberikan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Federal Reserve membatalkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut yang menurunkan dolar dan memberikan sedikit keringanan pada harga komoditas. Namun, The Fed masih mengisyaratkan pihaknya tidak terburu-buru untuk mulai memangkas suku bunga,” kata Ibrahim.

Data-data ekonomi AS yang dirilis semalam juga memberikan hasil yang beragam. Ada yang lebih baik dari proyeksi seperti data Automatic Data Processing (ADP) Non Farm Payrolls sebesar 192 ribu dari prediksi 179 ribu.

Ada pula yang di bawah prediksi seperti data Purchasing Manager’s Index (PMI) versi Institute of Supply Management (ISM) yang sebesar 49,2 dari perkiraan 50,0.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menganggap ada dua poin yang bisa diambil dari pernyataan Gubernur The Fed Jerome Poweel dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Rabu (1/5) dini hari.

Pertama, The Fed, tidak mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan AS tahun 2024. Kedua, The Fed Menunda pemangkasan karena belum yakin inflasi AS akan turun ke 2 persen saat ini.

Di satu sisi, ujar dia, pernyataan soal tidak adanya kenaikan memberikan kelegaan ke pasar dan bisa memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

Di sisi lain, indikasi penundaan pemangkasan suku bunga memberikan kekhawatiran di pasar bahwa The Fed bisa tak mengeluarkan keputusan tersebut pada tahun ini.

Meninjau faktor dari dalam negeri, data inflasi bulan April dinilai mungkin bisa memberikan sentimen positif untuk rupiah bila hasilnya masih di kisaran 3,0 persen.

Seperti diketahui, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka inflasi tahunan mencapai 3 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,19 persen (year-to-date/ytd)./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...