www.bisnistoday.co.id
Minggu , 14 Juni 2026
Home EKONOMI PDB Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I
EKONOMI

PDB Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I

Kementerian Perdagangan mengatakan pertumbuhan PDB didorong oleh kinerja yang kuat dari sektor perdagangan grosir, manufaktur, dan keuangan, serta asuransi.

Singapura (dok:Unsplash/Jayjayli)
Singapura (dok:Unsplash/Jayjayli)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu, ekonomi Singapura tumbuh 6 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Pertumbuhan ini berkat peningkatan industri kecerdasan buatan yang mampu mengimbangi lonjakan biaya energi.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 6 persen secara tahunan pada tiga bulan pertama, jauh melampaui perkiraan awal sebesar 4,6 persen. Sedangkan secara musiman, PDB tumbuh 1 persen dari kuartal sebelumnya.

Kementerian Perdagangan mengatakan pertumbuhan PDB didorong oleh kinerja yang kuat dari sektor perdagangan grosir, manufaktur, dan keuangan, serta asuransi.

“Secara khusus, permintaan yang kuat terkait AI menyebabkan pertumbuhan di segmen mesin, peralatan dan perlengkapan di sektor perdagangan grosir, serta klaster elektronik dan teknik presisi di sektor manufaktur,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan, Senin (25/5/2026).

Kementerian tersebut mempertahankan proyeksi pertumbuhan tahun 2026 tetap stabil di antara 2 dan 4 persen meskipun ada risiko penurunan dari kenaikan harga energi dan pupuk sebagai dampak penutupan Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran.

“Faktor-faktor ini akan membebani aktivitas ekonomi global selama sisa tahun ini. Di sisi lain, permintaan terkait AI tetap kuat dan seharusnya terus mendukung pertumbuhan ekonomi regional sepanjang tahun.”

Khoon Goh, kepala riset Asia untuk ANZ, mengatakan angka PDB kemungkinan tidak sepenuhnya mencerminkan dampak krisis di Timur Tengah.

“Hal itu mungkin akan lebih terlihat pada kuartal kedua, tetapi PDB kuartal pertama yang solid memberikan dasar yang kuat untuk sisa tahun 2026,” kata Goh kepada Al Jazeera.

“Ledakan investasi terkait AI mendorong sektor manufaktur, dan kecuali ekonomi Singapura kehabisan minyak, aktivitas yang kuat di sektor manufaktur akan terus mendorong pertumbuhan,” katanya.

Hampir tiga bulan sejak dimulainya perang, terganggunnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz di tengah blokade Iran dan AS, terus membayangi perekonomian global.

Pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 2,5 persen, turun dari 2,7 persen, dengan alasan dampak konflik tersebut.

Anthony Tay, profesor madya ekonomi di Singapore Management University, mengatakan angka PDB terbaru Singapura akan disambut lebih dengan rasa lega daripada kegembiraan setelah para ekonom lokal meningkatkan ekspektasi pertumbuhan di tengah booming AI.

“Untuk keseluruhan tahun 2026, ekspektasi di antara para peramal ekonomi lokal adalah pertumbuhan sekitar 3,6 persen, yang merupakan prospek lebih cerah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya… sambil mengakui risiko penurunan yang signifikan,” kata Tay kepada Al Jazeera.

Penghasil Semikonduktor

Singapura, salah satu ekonomi yang paling bergantung pada perdagangan di dunia, telah memainkan peran utama dalam peluncuran AI global sebagai produsen semikonduktor dan peralatan semikonduktor.

Negara Asia Tenggara ini menyumbang sekitar 10 persen produksi semikonduktor dan 20 persen produksi peralatan chip semikonduktor secara global.

Yeow Hwee Chua, seorang profesor ekonomi di Universitas Teknologi Nanyang, mengatakan pertanyaan kuncinya adalah apakah pertumbuhan yang kuat ini dapat mencerminkan ekspansi yang lebih luas dan kepercayaan sektor rumah tangga yang lebih kuat.

“Angka 6 persen year-on-year sangat kuat, terutama untuk ekonomi yang sudah mapan seperti Singapura,” kata Chua kepada Al Jazeera.

“Ini tentu saja menggembirakan, meskipun saya akan menafsirkannya dengan sedikit kehati-hatian mengingat tingginya ketergantungan Singapura pada permintaan global dan kondisi eksternal,” katanya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nama Lionel Messi masih menjadi daya tarik, termasuk untuk produk asesoris Piala Dunia 2026. (Unsplash/Dwlly)
EKONOMISport & Health

Meraup Cuan di Piala Dunia Melalui Penjualan Boneka Messi

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Tiongkok memang gagal lolos ke Piala Dunia 2026,...

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar AS tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...

OpenAI (dok:Unsplash/Levart Phorographer)
EKONOMI

Tidak Mau kalah dari Pesaing, OpenAI Berencana IPO

JAKARTA- Bisnistoday - OpenAI, perusahaan teknologi yang membuat ChatGPT, diam-diam mengajukan penawaran...