JAKARTA, Bisnistoday – Pedagang Kaki Lima seluruh Jabodetabek diminta untuk menjaga kekompakan ditengah persaingan antar pedagang yang kian sengit. Pedagang diminta bersatu menjaga persatuan dan kerukunan untuk kesejahteraannya bersama. Hal ini diungkapkan oleh Ketum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS) di acara pertemuan para pedagang Madura di Jakarta, Selasa (11/10).
“Saya minta kawan-kawan semua terus menjaga kekompakkan khususnya para pedagang kaki lima dari perantau Madura ini. Koordinasi sesama harus ditingkatkan. Jangan sampai terpecah belah ekonomi rakyat,” ungkap Ketum KERIS, Ali Mahsun Atmo.
Ia mencontohkan, adanya fenomena warung tegal (Warteg) franchise yang menjadi gerak para Pedangang warteg sulit berkembang. “Para warteg franchise itu notabene pemburu rente keuntungan tanpa perhatikan perut rakyat kecil seperti PKL yang justru menghancurkan warteg itu sendiri,” tuturnya.
Pedagang Madura ini memiliki potensi yang lumayan besar atau setidaknya 8-10 persen penggerak ekonomi masyarakat bawah. Ada yang pedagang, soto, bakso, burbur, pedagang sate, minuman ringan, mie goreng dan lainnya. “Yang kita miliki ini hanya satu, yakni persatuan dan kerukunan,” tegas Ali Mahsun.
Sistem Logistik Sendiri
Ali juga mengajak, para pedagang rantau Madura membangu satu payung ekosistem logistic sendiri agar mendapatkan harga bahan pangan yang lebih kompetitif. Apabila semua terkoordinir dengan baik maka kesejahteraan itu menghampiri semua. “Madura harus bersatu, adalah kunci kesejahteraan,” terangnya.
Acara kegiatan perkumpulan pedagang Madura ini, diikuti sekitar ratusan pedagang tergabung dari beberapa komunitas pedagang Madura. Pada kesempatan tersebut, juga digelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus acara silaturahmi bersama./


