JEPARA (Bisnistoday.co,id) – Dalam beberapa tahun terakhir, pasar produk mebel dan kerajinan di segmen menengah-atas menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Meskipun persaingan semakin ketat, peluang untuk menggarap pasar ini masih terbuka lebar, terutama bagi produsen yang mampu menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan desain yang unik dan inovatif.
Menurut Ketua Bidang Pemasaran dan Pengembangan Pasar DPD HIMKI (Himpimam Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Jepara Raya, Rengganis Fitria Widyanti konsumen di segmen menengah-atas itu biasanya memiliki preferensi yang khas dan cenderung mencari produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi dan dapat mencerminkan status sosial mereka.
Mereka, kata Rengganis lebih menghargai kualitas, eksklusivitas, dan keunikan produk dibandingkan harga murah. Tren ini menjadi peluang emas bagi produsen mebel dan kerajinan lokal yang bisa menawarkan produk dengan sentuhan personal dan kualitas premium.
“Desain itu memainkan peran krusial dalam menarik perhatian konsumen di segmen ini. Produk yang menggabungkan antara tradisi dan modernitas, serta menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti kayu solid, rotan, dan kulit, sangat diminati,” kata pemilik industri mebel dan kerajinan yang beroperasi di Jepara bernama CV Hasibuan Design .
Nanies, sapaan akrap Rengganis mengaku para pembeli produk mebel dan kerajinan Hasibuan Design itu umumnya berasal dari segmen pasar menengah atas sesuai apa yang dibidiknmya.
Produk mebel dan kerajinan Hasibuan Design mayoritas atau sekitar 85 hingga 90 persen untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sementara sisanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen di dalam negeri.
Sejauh ini kata Nanies, banyak produsen mulai berkolaborasi dengan desainer lokal dan internasional untuk menciptakan produk-produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi karya seni.
Misalnya, mebel dengan desain minimalis yang memanfaatkan bahan alami dan teknik pengerjaan tangan (handcrafted) semakin digemari. Kerajinan dengan detail rumit dan personalisasi juga mendapatkan tempat di hati konsumen menengah-atas yang mencari keunikan.
Secara umum, jelas pengurus DPD HIMKI Jepara Raya itu Tidak hanya di pasar domestik, produk mebel dan kerajinan dari Indonesia juga memiliki daya tarik di pasar internasional.
Kualitas bahan baku lokal, seperti kayu jati dan mahoni, serta keterampilan pengrajin Indonesia diakui di seluruh dunia. Hal ini membuka peluang ekspor yang besar, terutama ke negara-negara dengan daya beli tinggi seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk mebel dan kerajinan terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2023, nilai ekspor produk mebel mencapai 2,5 miliar USD, meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa produk mebel dan kerajinan Indonesia semakin diterima dan dihargai di pasar global.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian, terus mendorong pengembangan industri mebel dan kerajinan. Berbagai program pelatihan, dukungan modal, dan promosi ke luar negeri dilakukan untuk memperkuat daya saing produk lokal.
Selain itu, asosiasi industri seperti HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) juga aktif memberikan pendampingan dan fasilitas bagi anggotanya untuk meningkatkan kualitas produk dan akses pasar.
Kendati demikian, meskipun peluangnya besar, industri ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, perubahan tren konsumen yang cepat, dan persaingan dengan produk impor. Untuk menghadapinya, produsen perlu terus berinovasi dalam desain dan proses produksi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat branding dan strategi pemasaran.
Nanies mengatakan, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi kunci sukses di era modern. Melalui platform e-commerce dan media sosial, produsen bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkenalkan produk mereka secara efektif.
Penggunaan teknologi dalam produksi, seperti mesin CNC dan teknologi ramah lingkungan, juga dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi. Yang tak kalah penting adalah menjaga kepercayaan dari konsumen dan ini penting, karena bisa berdampak terhadap kelangsungan bisnis.
Selain itu tentu perlu memperhatikan kepercayaan buyer, menjalin komunikasi yang baik dengan buyer dan memilik ruang pamer produk, pelaku bisnis wajib memiliki legalitas usaha yang jelas, Tujuannya agar dalam menjalankan bisnis tidak mengalami kendala dikemudian hari. ***








































