www.bisnistoday.co.id
Selasa , 1 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Pemerintah Dinilai Lamban Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Nasional

Pemerintah Dinilai Lamban Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sarana Pendidikan
SARANA Pendidikan yang rusak akibat bencana di Sumatera./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Desakan agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bergema. Hingga Sabtu (6/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 52 kabupaten/kota terdampak, dengan jumlah korban meninggal mencapai 914 orang, sementara 389 orang masih hilang.

Kerusakan fasilitas publik juga meluas, termasuk 155 fasilitas kesehatan, 522 fasilitas pendidikan, 222 kantor/gedung, serta 405 jembatan rusak.

Pengamat Kebijakan Publik Ki Darmaningtyas mengkritik keras sikap pemerintah yang dinilai lamban dalam menentukan status bencana, padahal indikatornya telah diatur jelas dalam UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Berdasarkan ayat (2) pasal 7 UU Penanggulangan Bencana, sudah sangat jelas bahwa bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar ini masuk kategori Bencana Nasional. Lalu kenapa pemerintah tidak segera menetapkannya?” ujarnya.

Dalam UU tersebut disebutkan bahwa penetapan status bencana nasional mempertimbangkan jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan wilayah, serta dampak sosial ekonomi. Menurut Darmaningtyas, seluruh indikator itu telah terpenuhi.

Ia juga menilai keputusan pemerintah menunda penetapan status bencana berpotensi memperlambat proses pemulihan masyarakat.

“Jika status Bencana Nasional ditetapkan, itu memang akan berdampak pada kebutuhan anggaran yang besar. Tapi itu konsekuensi logis negara dalam melindungi warganya,” tegasnya.

Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan
Menurutnya, apabila keterbatasan anggaran menjadi kendala pemerintah, maka seharusnya pemerintah membuka diri terhadap bantuan luar negeri—sesuatu yang saat ini dinilai masih enggan dilakukan.

“Sekarang status quo. Tidak ditetapkan sebagai Bencana Nasional, tapi juga menutup diri dari bantuan negara lain. Masyarakat jadi korban ketidakjelasan,” tambah Darmaningtyas.

Di tengah situasi sulit, ia mengingatkan pemerintah untuk menunjukkan empati dan tanggung jawab nyata kepada masyarakat terdampak.

“Pemimpin itu dipilih karena dipercaya akan memperhatikan nasib rakyatnya. Ketika terjadi bencana sebesar ini, perhatian itu semestinya menjadi prioritas,” tutupnya.

Hingga kini, masyarakat dan berbagai kalangan masih menanti langkah tegas pemerintah dalam menetapkan status bencana nasional, demi percepatan penanganan dan pemulihan di tiga provinsi tersebut.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ketua PB NU
Nasional

Lima Nama Masuk Bursa Ketum PBNU, Abdul Hakim Mahfudz Raih Suara Terbanyak

JOMBANG, Bisnistoday - Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam...

YK Rombsis
Nasional

Peringati Maulid Nabi, YK Rombsis Beri Bantuan Gempa Flores dan Warga Palestina

JAKARTA, Bisnistoday – Yayasan Kemanusian ROMBSIS (YK Rombsis) memberikan bantuan kepada masyarakat...

Perlintasan Sebidang
HEADLINE NEWSNasional

PT Kereta Api Indonesia Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Perlintasan Sebidang

JAKARTA, Bisnstoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) fokus merealisasikan program peningkatan keselamatan...

Pengungsi Flores
Nasional

Bantu Pengungsi, Kementerian PU Siagakan Air Bersih ke Berbagai Wilayah di Flores

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar...