www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home EKONOMI Pengamat Kelautan : Tanjung Pinggir Kurang Tepat Sebagai Pelabuhan Hub
EKONOMI

Pengamat Kelautan : Tanjung Pinggir Kurang Tepat Sebagai Pelabuhan Hub

PELABUHAN TANJUNG PINGGIR : Suasana pelabuhan Tanjung Pinggir, Batam Kep Riau, beberapa waktu lalu. Pemerintah bakal mengembangan pelabuhan ini sebagai pelabuhan hub pengganti pelabuhan Tanjung Priok.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Pemerintah berencana mengembangkan sebuah pelabuhan besar baru di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam rilisnya yang dikutip media, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pelabuhan itu berlokasi di Tanjung Pinggir dan akan dikembangkan melebihi pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Dalam bahasa lain, Tanjung Pinggir akan disiapkan sebagai international transshipment hub.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai niat tersebut sah-sah saja. Hanya saja ada beberapa catatan yang bisa disampaikan terkait pengembangan pelabuhan Tanjung Pinggir. 

“Pertama, menyamakan Tanjung Pinggir dengan Tanjung Priok sesungguhnya narasi yang kurang tepat. Tanjung Pinggir itukan akan dikembangkan sebagai international transshipment hub sementara Tanjung Priok itu domestic transshipment hub. Jadi perbandingannya tidak apple-to-apple. Dalam khazanah manajemen pelabuhan Tanjung Priok merupakan gateway,” katanya, Senin (31/1).

Catatan kedua, tambah Siswanto, terkait dengan kondisi fisik Tanjung Pinggir itu sendiri untuk dikembangkan sebagai hub. Menurutnya, bakal pelabuhan itu kondisinya jauh dari ideal untuk dikembangkan seperti yang diinginkan pemerintah.

“Seperti yang diberitakan, Tanjung Pinggir diproyeksikan akan melayani sekitar 18 juta TEUs (Twenty Feed Equivalent Units). Angka ini merupakan jumlah peti kemas Indonesia yang dilayani di pelabuhan Singapura. Akan tetapi, kondisi fisiknya tidak memungkinkan melayani sebanyak itu. Perkiraan saya, panjang perairan Tanjung Pinggir paling banter sekitar 1 hingga 1,5 km. Dengan luasan seperti itu, berapa banyak throughput yang bisa dilayani? Saya yakin tidak banyak, paling antara 2-3 juta TEUs,” kata Siswanto.

Jika ingin tetap mengembangkan pelabuhan besar (hub) di seputar Selat Malaka, Siswanto menyarankan agar pemerintah mencari lokasi lain di sepanjang pantai timur pulau Sumatra. 

“Untuk melayani peti kemas sebanyak itu (18 juta TEUs), setidaknya dibutuhkan luas perairan  yang cukup signifikan agar pergerakan kapal menjadi leluasa. Di sini kita bicara dimensi, paling tidak,  antara 7-10 km panjang garis  pantai. Lalu, sedapat mungkin hub itu dikembangkan dengan tidak melakukan reklamasi. Reklamasi itu mahal dan persiapannya juga lama. Nah, lokasi seperti itu bisa ditemukan di sepanjang pantai timur pulau Sumatra. Pemerintah tinggal memilih saja,” paparnya.

Sekadar informasi, saat ini di Batam sudah beroperasi beberapa pelabuhan atau terminal seperti Batu Ampar, Sekupang, Nongsa Pura, Batam Center, Kabil dan Telaga Punggur. Jenis layanannya cenderung sama yang mencakup layanan penumpang dan kargo. Batu Ampar merupakan pelabuhan terbesar di antara pelabuhan yang ada dengan total throughput lebih dari 500 ribu TEUs per tahun./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Polusi Udara (Ilustrasi/unsplash/ella iunescu)
EKONOMIEnergi

Pembangkit Listrik Tenaga Kayu Berdampak Lebih Buruk bagi Iklim

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran kayu untuk pembangkit...

PTPN III Dorong Ketahanan pangan dan Energi. (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

PTPN III Berkomitmen Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus memperkuat perannya dalam...

Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia
EKONOMI

Prosesor Intel Core Ultra Series 3 Hadir Dengan Performa AI PC Generasi Baru

JAKARTA, Bisnistoday — Intel mengumumkan ketersediaan laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Green X Buat MoU Terkait Pembangunan PLTS Untuk KDKMP di Wilayah 3T

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan PT Energy...