www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home EKONOMI Penyaluran KUR di Indonesia Timur 12% Dari Total Nasional
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Penyaluran KUR di Indonesia Timur 12% Dari Total Nasional

Penjelasan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza saat memimpin Rakor KUR Regional Indonesia Bagian Timur di Makassar, Kamis (28/8).
Social Media

MAKASSAR, Bisnistoday – Kementerian UMKM  mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia Bagian Timur (Sulawesi, Maluku, Papua) sekitar 12% dari total KUR nasional.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengungkapkan kuantitas penyaluran KUR regional Indonesia Bagian Timur tercatat sebanyak Rp20,6 triliun KUR. Jumlah itu tersalurkan ke 352.936 debitur penerima manfaat sampai dengan 25 Agustus 2025. Meski demikian, tingkat Non-Performing Loan (NPL) atau rata-rata kredit macet di regional Indonesia Bagian Timur cukup terjaga di bawah 3%.

“Kami mencatat penyaluran ke sektor produksi perlu ditingkatkan. Karena hanya 4 bank penyalur yang mencapai target 60% penyaluran ke sektor produksi,” ujar Wamen Helvi seusai memimpin Rakor KUR Regional Indonesia Bagian Timur di Makassar, Kamis (28/8).

Keempat bank tersebut adalah BPD Sulselbar (70,5%), BRI (68,9%), BPD SulutGo (63,2%), dan Bank Sinarmas (63,4%).

Baca juga: Wakil Menteri UMKM Tekankan KUR Harus Dukung UMKM Sektor Produksi

Wamen mengatakan penyaluran KUR ke sektor produksi secara regional sebenarnya telah menunjukkan pencapaian yang cukup baik, yaitu sebesar 63,54%. Dana KUR itu disalurkan ke sektor prioritas sesuai karakteristik geografis dan potensi wilayah Indonesia Timur.

“Sektor produksi seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produktif merupakan pilar utama ekonomi riil di Indonesia Timur. Kita perlu mendorong penyalur KUR agar mulai menggeser fokus penyalurannya ke sektor yang menciptakan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Wamen juga menekankan pentingnya peran aktif dari pemerintah daerah dalam membantu akses penyaluran KUR bagi UMKM.

Ia mengatakan hingga 25 Agustus 2025, Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan mengunggah data calon debitur KUR dari wilayah regional Indonesia bagian timur sebanyak 3.311 UMKM dengan tingkat konversi akad 94,5%. Di antara jumlah tersebut, terdapat 3.130 UMKM yang telah melaksanakan akad KUR.

“Hal ini sebagian besar disebabkan karena masih minimnya informasi dan ketidaktahuan dari pemerintah daerah atau dinas terkait mengenai prosedur unggah data,” katanya.

Penyaluran KUR Regional Indonesia Bagian Timur terbesar, ada di Provinsi Sulawesi Selatan (Rp10,4 triliun), disusul Sulawesi Tenggara (Rp2,53 triliun), Sulawesi Tengah (Rp2,21 triliun), Sulawesi Barat (Rp1,38 triliun), Papua (Rp1,29 triliun), Sulawesi Utara (Rp883 miliar), Maluku (Rp642 miliar), Papua Barat (Rp488 miliar), Maluku Utara (Rp389 miliar), dan Gorontalo (Rp367 miliar).

Sulawesi Selatan pun menjadi provinsi dengan total unggah data UMKM potensial penerima KUR terbesar se-Indonesia. Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan melaporkan, total debitur upload sebanyak 305.562. Di antara jumlah tersebut, debitur yang berhasil akad KUR mencapai 291.496 dengan tingkat konversi akad sebesar 95,4%.

“Penyaluran KUR di Regional Indonesia Bagian Timur menunjukkan bahwa BRI menjadi penyalur KUR terbesar yaitu sebanyak Rp14,8 triliun kepada 304.301 debitur,” kata Helvi.

“Sedangkan Bank Pembangunan Daerah dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Regional Indonesia Bagian Timur adalah BPD Sulawesi Selatan dan Barat dengan nilai penyaluran Rp296,03 miliar kepada 2.125 debitur,” katanya.

Wamen Helvi menekankan, pemerintah terus mengawal peningkatan kualitas dan kuantitas penyaluran KUR tahun 2025, sesuai target dalam Rapat Komite Kebijakan (Rakomjak) KUR.

Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR sebesar Rp300 triliun pada 2025. Selain itu, ada target kualitas berupa target debitur baru sebanyak 2,34 juta orang, target debitur graduasi sebanyak 1,17 juta orang, serta 60% dari target penyaluran KUR diarahkan untuk sektor produksi.

“Kami juga mengingatkan bahwa pinjaman di bawah Rp100 juta untuk program KUR harus dipastikan tanpa agunan tambahan,” kata Helvi menegaskan.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Hartadinata Perkuat Pasokan Emas melalui Kerja Sama Pembelian Emas Murni dengan PT Freeport Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday– PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat bisnis bullion melalui kerja...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

Ekonomi & Bisnis

ProtoArc Indonesia Hadir di CIEIE 2026, Tawarkan Workspace Ergonomis

JAKARTA, Bisnistoday - China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo 2026 (CIEIE 2026)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...