www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Perpanjangan PPKM Jadi Sentimen Negatif Pelaku Pasar Modal
BursaBURSA & KORPORASI

Perpanjangan PPKM Jadi Sentimen Negatif Pelaku Pasar Modal

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Diperpanjangnya pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga awal Februari menjadi salah sentimen negatif bagi pelaku pasar modal Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini atau Jumat (22/1) ditutup melemah 106,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 6.307,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,63 poin atau 1,94 persen ke posisi 991,58.

Analis Indo Premier Sekuritas,  Mino di Jakarta, Jumat (22/1) mengatakan, selain diperpanjangnya PPKM, kekhawatiran akan penurunan harga batubara seiring mulai meningkatnya suhu di China, dan rencana realokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp17,9 triliun juga menjadi melemahkan IHSG.

Pada awal perdagangan Jumat (22/1), IHSG dibuka menguat, namunI langsung turun dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor pertambangan paling dalam yaitu minus 4,09 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti masing-masing minus 2,82 persen dan minus 2,6 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp71,73 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.441.089 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,37 miliar lembar saham senilai Rp17,34 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 396 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 125,41 poin atau 0,44 persen ke 28.631,45, indeks Hang Seng turun 479,91 poin atau 1,6 persen ke 29.447,85, dan indeks Straits Times terkoreksi 25,62 atau 0,85 persen ke 2.991,53.

Rupiah Melemah

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan juga ditutup melemah. Rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.035 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.000 per dolar AS.

“Saya lihat sore ini indeks saham Asia berguguran. Kelihatannya minat pasar terhadap aset berisiko menurun, yang juga mendukung sentimen pelemahan rupiah,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...