www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 19 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi dan Siapkan Sanksi Penutupan
Nasional

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi dan Siapkan Sanksi Penutupan

Social Media

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan instruksi tegas terkait tata kelola operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Pengelola dapur yang menyajikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang keras menggunakan berbagai komoditas pangan dan energi yang bersubsidi.

Kebijakan ini diambil guna memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran serta tidak mengganggu jatah komoditas subsidi masyarakat miskin. “Tidak boleh ya, tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo dan tidak boleh memakai beras-beras kita SPHP,” tegas Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Senin (28/7).

Demi menjaga ketertiban pelaksanaan di lapangan, BGN mengajak peran aktif masyarakat dan media untuk ikut memantau kinerja setiap unit dapur. Pihaknya tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif hingga penutupan operasional bagi pengelola yang terbukti membandel.

“Silakan dilaporkan, dapur mana menggunakan Minyakita, itu nanti kita akan beri surat peringatan, kalau memang ngeyel, ya kita tutup dapurnya,” ujar Sudaryono.

Selain pengetatan bahan baku, program skala nasional ini difungsikan sebagai penyeimbang pasar dalam menyerap hasil produksi pertanian dan peternakan lokal. Pengelola dapur diinstruksikan tetap membeli bahan pangan sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) meskipun harga di tingkat peternak sedang anjlok.

Langkah stabilisasi harga pada tingkat tapak tersebut ditujukan untuk melindungi para produsen bahan pangan lokal dari kerugian pasokan. “Tujuan dari MBG ini untuk sebagai stabilisator pasokan dan stabilisator harga level paling bawah supaya memastikan peternak-petani tidak dirugikan,” tambah Sudaryono.

Di sisi lain, BGN menekankan bahwa standar utama dari sajian program ini berfokus penuh pada pemenuhan nutrisi harian penerima manfaat. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa kualitas gizi anak-anak jauh lebih diprioritaskan dibandingkan sekadar porsi yang besar atau rasa.

Ketegangan atas standar mutu ini menjadi perhatian vital karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan serta keselamatan para penerima program. BGN memastikan akan menghentikan sementara operasional dapur SPPG mana pun yang gagal memenuhi standar kualifikasi medis dan nutrisi yang ditetapkan.E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemenhub
Nasional

Korban Musibah KM Virgo Transport 8 Terus Dicari, Terdapat 129 Penumpang Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday -  Tim SAR terus berupaya mencari keberadaan korban kecelakaan tenggelamnya...

Wamenaker
Nasional

Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking

JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kompetensi sumber...

Barang Rampasan
Nasional

Kementerian ATR/BPN Terima Barang Rampasan Negara Untuk Dioptimalkan Dukung Layanan Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday  - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerima...

Dirjen
Nasional

Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026...