JAKARTA, Bisnistoday – PT Pertamina (Persero) diminta fokus untuk penyaluran BBM bagi daerah yang sulit terjangkau atau terisolir. Sekarang ini, untuk daerah yang teridentifikasi sudah dapat dipantau melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPH Migas Erika Retnowati saat berkunjung ke Grha Pertamina di Jakarta, Rabu (10/1). Erika berharap, Pertamina dapat mengantisipasi ketersediaan stok energi, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Tak hanya mengantisipasi faktor cuaca, namun juga ketika ada perencanaan perbaikan kilang-kilang pengolahan Pertamina.
Erika Retnowati mengapresiasi hadirnya PIEDCC, sehingga semakin mempermudah Pertamina untuk memantau secara langsung ketersediaan energi di seluruh Indonesia. Ia pun berharap Pertamina terus meningkatkan inovasi-inovasi terkait dengan bisnis operasinya.
“Tentu saja saya bangga kalau Pertamina itu bisa punya command center seperti ini, yang bisa memonitor secara realtime kondisi-kondisi di lapangan dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi di lapangan minyak, sampai dengan pendistribusian hingga ke SPBU,” terang Erika.
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution menambahkan, Pertamina senantiasa menjaga ketersediaan pasokan BBM dan LPG, baik di terminal BBM dan LPG maupun pemenuhan stok di SPBU. Patra Niaga juga sudah menyusun perencanaan pasokan energi untuk momentum Ramadan dan Idul Fitri 1445 H yang akan berlangsung pada bulan Maret – April 2024.
Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso menambahkan, PIEDCC menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi digital yang dijalankan perusahaan untuk memastikan seluruh proses bisnis Pertamina berjalan dengan baik, hingga aspek distribusi BBM dan LPG ke masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. “Lewat pemantauan digital secara real time, kami memastikan pasokan energi ke masyarakat berjalan dengan lancar,” ujarnya.//










































