JAKARTA, Bisnistoday– Platform Merdeka Mengajar dirasakan manfaatnya oleh para guru di wilayah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (3T).secara nasional. Sejumlah guru mengaku terbantu dengan platform Merdeka Mangajar.
“Saya merasa platform Merdeka Mengajar membantu saya yang berada di daerah ini supaya tidak tertinggal informasi dan perkembangan yang bisa saya terapkan di kelas sehingga murid-murid saya juga bisa belajar dengan maksimal,” ujar Elsa Nofarita Haumeni, guru SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, NTT dalam keterangnya, di Jakarta, Senin (17/10).
Ia berbagi kisah bagaimana platform Merdeka Mengajar membantunya dalam proses pembelajaran. Ia mengaku senang karena dapat mengikuti perkembangan pendidikan melalui fitur-fiturnya seperti pelatihan mandiri dan juga mendapatkan bahan ajar yang berguna di kelas.
Tidak hanya itu, menurut Elsa, ia juga sering mendapatkan inspirasi dari fitur ‘Bukti Karya’ yang diunggah oleh rekan-rekan guru di seluruh tanah air.
Kisah serupa disampaikan Muhamad Firman, guru Matematika di SMP Negeri 9 Satu Atap Belimbing, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Dikatakannya bahwa Kurikulum Merdeka sangat memudahkan para pengajar di daerah 3T, karena (sifatnya yang dapat) menyesuaikan dengan situasi belajar mengajar.
Menurut Firman, dirinya sangat terbantu karena bisa mengatur waktu dan menyesuaikan pembelajaran karena murid-muridnya sangat berbeda dengan di kota, apalagi didukung dengan adanya Kurikulum Merdeka, ia bisa merasakan kebebasan untuk berinovasi menyesuaikan kondisi dan tantangan yang ada.
“Untuk menggunakan platform Merdeka Mengajar, memang sejujurnya kami sulit karena terbatas jaringan, tetapi fitur-fiturnya memang sangat membantu kami dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Meskipun sinyal cukup sulit, tetapi guru-guru di sini tetap bersemangat dan tidak kalah dengan di kota,” terang dia.
Bagi Firmam, tidak masalah jika harus naik ke atas bukit atau jalan ke daerah yang ada sinyalnya untuk membuka, mengunggah bukti karya, atau mengunduh dulu materi perangkat ajar untuk kemudian dipakai di dalam kelas.
Referensi Praktik Mengajat
Sementara itu Muhammad Arifoeddin, guru SMP Negeri 2 Soe, Nusa Tenggara Timur mengatakan hal senada. “Guru-guru di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat terbantu dengan adanya platform Merdeka Mengajar karena menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” tuturnya.
Lebih lanjut Arif menjelaskan, bahwa dalam fitur platform Merdeka Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri. Selain itu, ada perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. “Fitur asesmen murid yang dikembangkan dapat membantu guru dan tenaga kependidikan dengan cepat melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi sehingga pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik,” terang Arif.
“Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada,” imbuhnya.
Dari Manokwari Papua Barat, Dolfanweik Hukom, guru SMP Negeri 2 Manokwari menyampaikan bahwa Fitur Pelatihan Mandiri di platform Merdeka Mengajar benar-benar melatih dirinya untuk konsisten menyelesaikan menu pelatihan tanpa paksaan atau tekanan.
“Saya juga dapat belajar dari para guru hebat lainnya di Indonesia melalui Video Inspirasi, Karya Nyata, dan Komunitas Belajar cukup melalui ponsel saya. Tentunya ini juga menjadikan saya semakin tertantang dan terbantu secara kreatif untuk menggerakkan komunitas di daerah saya,” ucapnya antusias.
*Platform Merdeka Mengajar untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka*
Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang diluncurkan bersama Kurikulum Merdeka pada awal tahun 2022 telah membantu lebih dari 1,8 juta guru untuk terus belajar, mengajar dengan lebih baik, dan berkarya. Produk-produk dalam platform Merdeka Mengajar disediakan untuk membantu Guru menerapkan pembelajaran paradigma baru, baik dengan menyediakan referensi pengajaran maupun melalui peningkatan kompetensi.
“Tidak hanya para guru di kota-kota besar maupun daerah yang secara infrastruktur jaringan sudah mapan, kami juga bangga melihat antusiasme para guru di daerah 3T untuk memaksimalkan fitur-fitur platform Merdeka Mengajar,” kata Hasan Chabibie, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Kemendikbudristek.
“Dari pantauan kami, saat ini dari daerah 3T di Indonesia sudah ada 100 ribu akun belajar.id teraktivasi, 29 ribu guru pengguna sudah mengakses platform Merdeka Mengajar, dan sebanyak 20 ribu guru aktif menggunakan lima menu utama di platform Merdeka Mengajar,” jelas Hasan.
Menanggapi kesulitan yang dihadapi para guru terkait keterbatasan sinyal di daerahnya, Hasan menambahkan, “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang pantang menyerah dan antusias memaksimalkan platform Merdeka Mengajar seperti Bapak Firman di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.”
“Kami sedari awal menyadari tantangan tersebut sehingga dari sisi teknologi, aplikasi Merdeka Mengajar sudah dirancang supaya lebih ringan daripada aplikasi serupa. Sehingga diharapkan setiap guru dengan berbagai tipe ponsel pintar bisa lebih mudah dalam mengunduh dan mengoperasikan platform Merdeka Mengajar,” lanjut Hasan./

