www.bisnistoday.co.id
Kamis , 13 Agustus 2026
Home EKONOMI Sektor Riil PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau
Sektor Riil

PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau

Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng (baju batik) (Dok:PTPN)
Social Media

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui industri tembakau. Hal ini dilakukan melalui sektor komoditias tembakau milik PTPN I Regional 5 yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam setiap siklus produksi.

Sebagai salah satu sentra produksi tembakau unggulan nasional, PTPN I Regional 5 menjalankan siklus budidaya tembakau secara berkesinambungan setiap tahun, mulai dari persiapan lahan, pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan, hingga pengolahan hasil di pabrik.

Seluruh tahapan tersebut melibatkan ribuan tenaga kerja lokal sehingga menciptakan lapangan kerja yang berkesinambungan sepanjang musim tanam. Penyerapan tenaga kerja tersebut mulai dari proses budidaya hingga pengolahan di pabrik, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Kebutuhan tenaga kerja meningkat seiring perkembangan tahapan produksi. Pada fase pengolahan tanah, setiap areal tanam rata-rata mempekerjakan lebih dari 50 pekerja per hari yang didominasi tenaga kerja laki-laki karena karakter pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis dan kekuatan fisik.

Sementara itu, pada tahap penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian, ketekunan, dan keterampilan tinggi.

Puncak penyerapan tenaga kerja terjadi pada periode pengolahan tembakau di pabrik yang berlangsung setiap Juli hingga November. Pada fase ini, operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, menjadikan industri tembakau PTPN I Regional 5 sebagai salah satu sektor penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng., mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai nilai, mulai dari budidaya hingga pengolahan di pabrik,” ujar Rivai di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, tingginya penyerapan tenaga kerja merupakan implementasi nyata prinsip Creating Shared Value (CSV), yakni menciptakan pertumbuhan bisnis yang berjalan beriringan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Keberlanjutan perusahaan tidak hanya diukur dari produktivitas dan kinerja bisnis, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, PTPN I akan terus memperkuat pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem usaha perusahaan,” tambah Rivai.

Efek Ganda

Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ribuan pekerja selama musim tembakau turut mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, logistik, jasa, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga usaha kuliner di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui penguatan rantai bisnis dari hulu hingga hilir, PTPN I Regional 5 menegaskan komitmennya sebagai perusahaan perkebunan negara yang tidak hanya menghasilkan tembakau berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan internasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini

JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan penghentian total kebijakan impor Bahan Bakar...

Kunjungan Denso
Sektor Riil

Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso...

Kota Riyadh
Sektor Riil

Perubahan Bea Masuk Arab Saudi, Kemendag Tetap Dorong Daya Saing Produk Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan RI mendorong produk Indonesia untuk tetap berdaya...

Peresmian Emas Now di Jakarta. (Dok:Ist)
Sektor Riil

Perluas Akses Pelanggan, Emas Now Resmikan Cabang di Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday – Emas Now belum lama ini resmi membuka cabang terbarunya...