www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis PUPR Catat ‘Funding Gap’ Biaya Infrastruktur Rp1.435 Triliun
Ekonomi & Bisnis

PUPR Catat ‘Funding Gap’ Biaya Infrastruktur Rp1.435 Triliun

MENTERI PUPR, Basuki Hadimuljono saat pembukaan Diskusi Infrastruktur di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kementerian PUPR mencatat adanya kesenjangan (gap) kebutuhan pembiayaan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat sekitar Rp1.435 triliun sesuai dengan target transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

“Dari pembiayaan sebesar Rp2058 triliun tersebut yang mampu disiapkan oleh pembiayaan APBN sebesar 30% atau setara dengan Rp623 triliun  sehingga terjadi funding gap sebesar Rp1.435 triliun,” ungkap Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, saat diskusi bertjuk: 3 Bold Actions : Terobosan Menutup Funding Gap Infrasttuktur, Crearive Infrastructure Financing Day (CreatIFF) di Jakarta, Rabu (13/12).

Herry mengutarakan secara terperinci, bahwa total kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sebesar Rp2.058 triliun. Bidang sumberdaya air Rp577 triliun, bidang perumahan Rp750 triliun, bidang permukiman Rp128 triliun serta jalan dan jembatan sebesar Rp573 triliun.

Target pembiyaan infrastruktur ini, sebagai target trasnformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Sedangkan, kondisi saat ini stok Infrastukrur Indonesia sekitar 70% berasal dari dukungan APBN, sedangkan indonesia harus keluar dari middle income trap. Dengan begitu, Diperlukan peningkatan pertumbuhan investasi infratruktur 8% dari PDB (Produk Domestik Bruti).

Tantangan Penyediaan infrastruktur

Herry menjelaskan, bahwa tantangan pembiayaan infrastruktur dari sumber daya air, adalah kapasitas tampung air di indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan negara lain sekitar 58m3 kapita per tahun.

Sementara, tantangan penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan, konektifitas dan panjang jalan per kapita di idnonesia juga cendeurng lebih rendah dibanding negara lain. Hal yang sama juga muncul tantangan penyediaan infrastruktur  pemukiman dan penyediaan perumahan.

Untuk itu, Hery Trisaputra Zuna mengatakan, pemerintah melakukan berbagai percepatan untuk mewujudkan dukungan funding gap pembiyaan infrastruktur. Beberapa diantara percepatan itu, antara lain, melalui percepatan fast track standarisasi dan peningkatan kualitas dokumen PKS, dokumen pengadaan Badan Usaha Pelaksana dan lainnyanya.

Kedua, lanjut Hery, pemerintah juga menyempurkan melalui penggabungan proses prakualifikasi dan pelelangan. serta pembetukan panel badan usaha.

Pembatasan waktu pemasukan dokumen  pada proyek KPBU yang diprakarsai oleh badan usaha (unsolicited). Dan yang keempat, lanjut Herry, adalah penguatan screening proyek, pras studi kelayakan proyek didasarkan pada data yang lengkap dan akurat./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...