CIREBON, Bisnistoday – Guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik menuju Net Zero Emission 2060, PT PLN (Persero) bersama dengan Rafflesia Group selaku holding pengelola ruas jalan Tol Kanci – Pejagan dan pengelola Rest Area KM 229 B meresmikan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) Center di Rest Area 229B (Ruas Tol Kanci-Pejagan).
Adhi Resza, CEO Rafflesia Investasi Indonesia, mengutarakan, peresmian ini bukan hanya menjadi simbol bertambahnya fasilitas di ruas tol, tetapi juga menjadi bukti nyata dari kolaborasi antara Pemerintah dan badan usaha dalam mewujudkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi Masyarakat.
“Berfungsinya SPKLU Center ini akan mendukung kelancaran pengguna jalan, khususnya dalam menyambut periode Nataru dan mudik lebaran bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik,” di Cirebon, Kamis (4/12).
Acara peresmian dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025, dibuka dengan sambutan dari GM PLN UID Jawa Barat. Selanjutnya,diikuti dengan prosesi seremonial peresmian, peninjauan Walking Gallery, dan demonstrasi pengisian kendaraan listrik. Peresmian ini bertujuan untuk memberikan fasilitas pengisian daya yang memadai bagi pengguna kendaraan listrik yang melintas di Ruas Tol Kanci-Pejagan dan mendukung inisiatif transisi energi bersih di Indonesia.
Baca Juga : Jalan Tol Mendorong Konektivitas dan Penggerak Ekonomi Bangsa
Sementara, EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN (Persero), Ririn Rachmawardini, menambahkan SPKLU Center ini merupakan SPKLU terbesar saat ini di rest area dan bisa diperluas hingga 30 slot parkir.
“Ini merupakan point penting yang bisa menjadi backbone untuk para pengguna EV. PLN tidak bisa sendiri, sehingga kolaborasi dengan mitra seperti rest area ini sangat penting. Harapannya, di Siaga Nataru ini, hati para driver bisa tenang, dan siaga ini bisa berjalan lancar”.
Transisi Energi
Perwakilan Dewan Energi Nasional, Tumiran, Ph.D., menyoroti dampak ekonomi dan lingkungan dari transisi energi. Saat ini, lanjutnya, devisa negara tersedot hingga Rp250 triliun untuk membeli BBM impor, belum lagi 85% LPG juga impor. Ketika devisa banyak tersedot, dampaknya adalah defisit neraca perdagangan dan nilai rupiah kita anjlok, yang berujung pada inflasi.
“Oleh karena itu, pergeseran ke Electric Vehicle (EV) ini ke depan akan semakin masif, karena ini memang sudah terjadi pergeseran global. Selain menghemat devisa, EV akan menciptakan kota yang bersih dan nyaman, karena kita tidak lagi menghirup emisi dari kendaraan BBM yang banyak”.
SPKLU Center Rest Area KM 229B dilengkapi 14 unit dengan 26 nozzle dan memiliki 4 (empat) metode pengisian, yaitu Ultra Fast Charging; Fast Charging, Medium Charging dan Standard Charging, mulai dari 22 kW hingga 180 kW, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat memilih opsi pengisian yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.
Rest Area KM 229B merupakan titik istirahat strategis dengan arus kendaraan tinggi, sehingga kehadiran SPKLU Center ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan tambahan bagi pengguna kendaraan listrik; mendukung perjalanan antarkota jarak jauh secara lebih aman, serta menjadi fasilitas yang dapat diakses masyarakat sekitar Cirebon, sembari menikmati kuliner, dan layanan lainnya dalam Rest Area KM 229B./








































