JAKARTA, Bisnistoday – Keberadaan jalan tol dinilai bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan mesin penggerak mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut CEO PT Rafflesia Investasi Indonesia, Moh. Adhi Resza, tol secara fundamental mengubah pola pergerakan orang, barang, dan peluang usaha. “Keberadaan tol adalah bagian pertama dari konektivitas, memudahkan mobilitas, dan memperpendek jarak dan waktu tempuh,” ujarnya
Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya jalan tol, perjalanan melalui jalan nasional sering terkendala kemacetan, kondisi jalan yang tidak ideal, serta waktu tempuh panjang. Hal ini berdampak langsung pada daya saing bisnis dan biaya logistik. “Total biaya logistik adalah salah satu indeks makroekonomi yang selalu dipantau. Pertumbuhan suatu negara akan lebih cepat ketika biaya logistiknya rendah,” tambahnya
Tol juga memberikan efek lanjutan pada sektor pariwisata. Banyak wilayah wisata yang sebelumnya sulit dijangkau kini menjadi lebih mudah diakses. “Tol melewati daerah wisata, dan itu menaikkan minat orang berwisata. Ini dampak yang belum terlalu disadari pemerintah daerah,” katanya.
Meski begitu, ia menyoroti pentingnya pemahaman publik mengenai mekanisme tarif tol yang kerap menjadi perdebatan. “Jika jalan tol memberikan kenyamanan, ada konsekuensi tarif setiap melintas. Masyarakat juga perlu memahami mekanisme penyesuaian tarif. Pemerintah menentukan tarif per kilometer dengan mempertimbangkan, nilai investasi awal , pemeliharaan, hingga proyeksi trafik,” jelasnya
Baca Juga : Grup Rafflesia Catat Trafik Kendaraan Meningkat Selama Mudik Lebaran
Menurut Adhi, investasi swasta dalam pembangunan tol tidak dapat dipandang sebagai kegiatan sosial. Terdapat struktur bisnis, perhitungan IRR (Invesment Rate of Return) , dan kesepakatan pengembalian investasi antara pemerintah dan investor.
Meski begitu, Adhi menilai bahwa pembangunan jalan tol adalah strategi jangka panjang dari pembangunan ekonomi nasional. “Tujuan utamanya agar ekonomi wilayah bergerak lebih cepat. Mobilitas orang dan barang jadi lebih efisien, dan itu memicu perkembangan daerah,” pungkasnya.
Dengan pemahaman yang tepat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pengelolaan tol dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi pada tumbuhnya perekonomian wilayah.//







































