www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Jalan Tol Mendorong Konektivitas dan Penggerak Ekonomi Bangsa
Ekonomi & Bisnis

Jalan Tol Mendorong Konektivitas dan Penggerak Ekonomi Bangsa

GT Bakahueni
GERBANG TOL Bakahueni- Tebanggi Besar, belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Keberadaan jalan tol dinilai bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan mesin penggerak mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut CEO PT Rafflesia Investasi Indonesia, Moh. Adhi Resza, tol secara fundamental mengubah pola pergerakan orang, barang, dan peluang usaha. “Keberadaan tol adalah bagian pertama dari konektivitas, memudahkan mobilitas, dan memperpendek jarak dan waktu tempuh,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya jalan tol, perjalanan melalui jalan nasional sering terkendala kemacetan, kondisi jalan yang tidak ideal, serta waktu tempuh panjang. Hal ini berdampak langsung pada daya saing bisnis dan biaya logistik. “Total biaya logistik adalah salah satu indeks makroekonomi yang selalu dipantau. Pertumbuhan suatu negara akan lebih cepat ketika biaya logistiknya rendah,” tambahnya

Tol juga memberikan efek lanjutan pada sektor pariwisata. Banyak wilayah wisata yang sebelumnya sulit dijangkau kini menjadi lebih mudah diakses. “Tol melewati daerah wisata, dan itu menaikkan minat orang berwisata. Ini dampak yang belum terlalu disadari pemerintah daerah,” katanya.

Meski begitu, ia menyoroti pentingnya pemahaman publik mengenai mekanisme tarif tol yang kerap menjadi perdebatan. “Jika jalan tol memberikan kenyamanan, ada konsekuensi tarif setiap melintas. Masyarakat juga perlu memahami mekanisme penyesuaian tarif. Pemerintah menentukan tarif per kilometer dengan mempertimbangkan,  nilai investasi awal , pemeliharaan, hingga proyeksi trafik,” jelasnya

Baca Juga : Grup Rafflesia Catat Trafik Kendaraan Meningkat Selama Mudik Lebaran

Menurut Adhi, investasi swasta dalam pembangunan tol tidak dapat dipandang sebagai kegiatan sosial. Terdapat struktur bisnis, perhitungan IRR (Invesment Rate of Return) , dan kesepakatan pengembalian investasi antara pemerintah dan investor.

Meski begitu, Adhi menilai bahwa pembangunan jalan tol adalah strategi jangka panjang dari pembangunan ekonomi nasional. “Tujuan utamanya agar ekonomi wilayah bergerak lebih cepat. Mobilitas orang dan barang jadi lebih efisien, dan itu memicu perkembangan daerah,” pungkasnya.

Dengan pemahaman yang tepat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pengelolaan tol dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi pada tumbuhnya perekonomian wilayah.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GT Banyudono
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kementerian PU Pastikan Sepuluh Ruas Tol Baru Beroperasi Fungsional Jelang Nataru

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...