JAKARTA, Bisnistoday — Aktor Ringgo Agus Rahman angkat bicara mengenai realitas peran ayah dalam keluarga Indonesia yang masih kerap bergantung penuh pada istri.
Melalui keterlibatan peran sebagai ayah dalam film terbarunya ‘Esok Tanpa Ibu’, Ringgo menuturkan banyak sosok ayah terlalu fokus bekerja dan menyerahkan hampir seluruh urusan rumah tangga serta komunikasi emosional anak kepada istri.
“Bapak bekerja dan kadang-kadang ada bapak yang selalu percaya, malah terlalu percaya sama istrinya untuk urusan rumah pasti beres gitu. Sehingga ketika ada permasalahan komunikasi dan apa, terlalu mengandalkan istri,” ungkapnya dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
Ia menilai situasi ini berisiko menciptakan jarak antara ayah dan anak, terutama ketika anak memasuki usia remaja. Ia bahkan menyebut peran yang ia mainkan sebagai peringatan bagi dirinya agar tidak terjebak dalam pola yang sama.
“Gue punya anak kecil sekarang, nantinya jadi remaja, bisa jadi gue juga kehilangan koneksi kalau misalnya gue tidak mau bener-bener memahami dia. Jadi ya gue merenung segalanya, gue mau jadi ayah seperti apa, gue mau jadi suami seperti apa, semuanya banyak terjadi di proses bikin film ini,” katanya.
“Nyerahin semuanya sama istri, terus ah beres lah. Nantinya gue akan sulit berkomunikasi juga seperti kebanyakan bapak-bapak yang punya ego tinggi. Kita semua bisa terjebak ke dalam lubang yang sama,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti dalam praktik sehari-hari, kalimat seperti “kamu aja yang ngomong” yang sering diucapkan para suami kepada istri menjadi simbol penghindaran tanggung jawab emosional kepada anak.
“Ini kan bahasa sehari-hari, ‘kamu ajalah yang ngomong’, ‘sama kamu beres gitu’, ‘kalau sama gue entar berantem lagi’. Gitu-gitu ya,” ucapnya memperagakan.
“Kadang susah ya kalau ngomong sayang (sama anak) kok geli gitu. Lebaran cukup dengan salim aja, terus minta maaf. Kalau bule-bule kan keren, ‘I love you, Dad’. Gue kayak, ah! kaku lagi gue,” curhatnya.
Ia pun menyinggung relasi suami-istri yang sering terdampak pola ini. Ketika seluruh beban emosional dan komunikasi keluarga diletakkan di pundak istri, ketimpangan peran tak terhindarkan dan berpotensi memicu konflik jangka panjang.
“Bapak-bapak, jangan terlalu mempercayakan semua sama istrinya, ikut terlibat juga entah sesibuk apa. Paham sekali hal itu sulit, justru itu adalah ujian bagi para suami dan bapak sesungguhnya,” pesannya.
Beradu akting dengan Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena, film drama bertema keluarga ini mengangkat dinamika relasi orang tua dan anak.
Film ‘Esok Tanpa Ibu’ mengisahkan Rama (Ali Fikry) yang memiliki kedekatan dengan sang ibu (Dian Sastrowardoyo), tetapi kerap berselisih dengan ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Konflik memuncak ketika sang ibu jatuh koma.
Di tengah situasi tersebut, Rama menemukan harapan melalui i-BU, sebuah kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan dirinya kembali “bertemu” dengan sosok ibunya, sekaligus membantu merangsang kerja otak sang ibu.
Sebagai informasi, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026. (E2-NOVITA LESTARI)








































